Logo Header Antaranews Sumbar

Filipina Kecam Pembunuhan Paris

Kamis, 8 Januari 2015 15:03 WIB
Image Print

Manila, (Antara/Xinhua/Reuters) - Pemerintah Filipina Kamis mengutuk serangan mematikan Rabu terhadap kantor penerbitan majalah di Prancis. "Kami terkejut oleh serangan yang tidak masuk akal yang mengambil 12 nyawa tak berdosa dan melukai beberapa orang lain di Paris. Kami bergabung dengan bangsa Prancis dan seluruh dunia dalam mencela sikap acuh tak acuh terang-terangan bagi kehidupan manusia dan hak dasar berekspresi ini," kata Departemen Luar Negeri. Pemerintah Filipina juga menyatakan belasungkawa dan simpati kepada keluarga korban, yang meratapi hilangnya orang-orang yang mereka cintai dan mulai pencarian mereka untuk keadilan. Orang-orang bersenjata itu menyerang kantor majalah satir Prancis, Rabu, menewaskan 12 orang termasuk editor dan beberapa kartunis. Sementara itu kepolisian Prancis masih terus melakukan pengejaran, setelah adik termuda dari tiga bersaudara warga Prancis yang dicari polisi sebagai tersangka penyerang kantor redaksi majalah itu Rabu telah menyerahkan diri ke kantor polisi, kata petugas kejaksaan di Paris. Serbuan di kantor redaksi majalah Charlie Hebdo, mingguan yang dikenal kerap menyerang Islam dan agama-agama lain itu merupakan serangan paling mematikan di tanah Prancis dalam puluhan tahun ini. Kepolisian Prancis melakukan perburuan besar-besaran untuk melacak dua penyerang yang melarikan diri dengan mobil setelah menembak mati para kartunis ternama Prancis dan dua orang petugas polisi. Polisi menyebarkan surat mengenai pencarian dua pria yang terkait pembunuhan dalam serangan di kantor Charlie Hebdo. Selebaran yang juga diterima oleh koresponden Reuters, menyebut nama Said Kouachi, lahir pada 1980 dan Cherif Kouachi lahir pada 1982, keduanya berasal dari Paris serta tersangka lain Hamyd Mourad, kelahiran 1996. Sumber di kepolisian mengatakan bahwa salah seorang penyerang telah dikenali karena kartu identitasnya yang tercecer di pintu keluar mobil. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026