
Bom Mobil Tewaskan 37 Orang di Akademi Polisi Yaman

Sanaa, (Antara/AFP) - Ledakan bom mobil mengoyak orang-orang yang sedang berbaris antri di Akademi Polisi di Sanaa, Rabu menyebabkan 37 orang meninggal. Polisi mengatakan 66 orang cedera dalam "teror bom" yang ditujukan dengan sasaran terhadap mereka yang berpeluang diterima sebagai polisi, demikian penjelasan yang dikutip oleh kantor berita Saba. Yaman yang sedang bergolak telah dihantam gelombang kekerasan dalam beberapa bulan terakhir oleh kelompok fanatik yang dikenal dengan sebutan Huthi, yang bertikai dengan suku-suku penganut Sunni dan cabang Al Qaida. Seorang saksi mata Khaled Ajlan mengatakan bahwa ledakan pada pagi hari itu diarahkan pada puluhan "siswa baru yang sedang mendaftar di akademi polisi". Mayat-mayat korban tergeletak di jalan dengan genangan darah dan rongsokan mobil peledak bom tersisa bagian logam, roda serta beberapa kendaraan lain di sekitarnya yang masih terbakar. Petugas penyelamat memindahkan jenazah korban ke ambulans, sedangkan kementerian kesehatan mendesak penduduk untuk "mendonorkan darah" ke rumah sakit guna membantu para korban luka. Belum segera diketahui pihak mana yang berada di balik ledakan itu tetapi Al -Qaedah, jaringan jihad yang kuat dan berafiliasi di Yaman telah mengaku bertanggung jawab atas ledakan sebelum ini yang menyerang pasukan keamanan. Seorang anggota tak resmi Huthi di empat kejadian mengatakan kepada AFP menuding orang-orang radikal dari Al Qaeda yang berada di balik serangan tersebut. Calon siswa akademi polisi itu datang dari berbagai daerah yang mendatangi akademi polisi. Pihak kementerian mengatakan, untuk masa mendatang pendaftaran akan dilakukan di daerah guna menghindari berkumpulnya orang yang bisa menjadi sasaran serangan seperti ini. Uni Eropa mengatakan bahwa serangan terakhir dari rangkaian serangan di Yaman ditujukan untuk mengguncang stabilitas di Yaman dalam masa transisi. "Pemulihan keamanan dan penyelesaian proses transisi merupakan tujuan yang harus dicapai untuk menuju stabilitas dan kemakmuran." Amerika Serikat mengecam "pembunuhan tak berperasaan terhadap warga sipil Yaman" serta mengirimkan ungkapan belasungkawa kepada korban dan keluarganya. "Kami menghormati orang Yaman, pria dan wanita yang bekerja setiap hari, khususnya mereka yang menghadapi risiko tinggi untuk membangun negeri yang lebih aman, damai untuk diri sendiri, keluarga dan seluruh warga Yaman," kata juru bicara Kementerian Muar Negeri Jen Psaki. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
