Logo Header Antaranews Sumbar

Pertamina Targetkan Penjualan Pelumas Naik Lima Persen

Senin, 24 Desember 2012 14:07 WIB
Image Print
Pertamina. (ANTARA)

Medan, (ANTARA) - Pertamina optimis penjualan pelumas di Sumatera bagian Utara atau Sumbagut tahun 2013 naik lima persen dari tahun 2012 yang hanya naik satu persen. "Keoptimisan mengacu pada peluang yang besar baik di sektor otomatif dan industri, dimana pasar itu sudah mulai digarap tahun ini,"kata Sales Region Manager Region I Lubricants PT Pertamina, Eko Ricky Susanto, di Medan, Senin. Pasar otomotif diperkirakan tumbuh 10-15 persen dan industri 4-5 persen, sehingga kalau dirata-ratakan, penjualan pelumas secara keseluruhan mencapai lima persen. Tahun ini, penjualan otomotif tumbuh bagus atau lima persen, tetapi untuk industri justru turun empat persen akibat krisis ekonomi sehingga kalau dirata-ratakan penjualan pelumas hanya tumbuh satu persen dari target sekitar tiga hingga empat persen. Tahun 2012, target penjualan pelumas sekitar 4.500 ton per bulan. Selain karena meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap pelumas produksi Pertamina yang memang sudah diakui hingga di pasar internasional. Menurut dia, permintaan yang meningkat tahun 2013 dipicu membaiknya pasar otomotif dan industri yang mulai bangkit setelah melemah di 2012. Meski permintaan dari otomotif terus menunjukkan peningkatan tetapi secara total, penyerapan sektor ndustri dalam penjualan pelumas Pertamina masih tetap lebih besar atau 60-an persen. "Yang pasti, permintaan pelumas Pertamina tiap tahun terus naik dan itu membanggakan Pertamina sebagai BUMN,"katanya. Di Sumbagut, kontribusi penjualan terbesar dari wilayah Sumut dan Aceh yakni sebesar 50 persen. Eko menegaskan, meski penjualan tahun ini hanya naik satu persen, tetapi kenaikan itu cukup menggembirakan karena persaingan pelumas di pasar dalam negeri semakin ketat dengan banyaknya produk lokal dan internasional di pasar serta krisis ekonomi masih berlanjut. Harga jual pelumas Petamina sendiri dinilai masih kompetitif dengan produk serupa, meski harga jual sudah dinaikkan pada April lalu 5-10 persen. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026