Logo Header Antaranews Sumbar

Ledakan di Terowongan Aleppo Tewaskan Tujuh Tentara Suriah

Rabu, 31 Desember 2014 17:38 WIB
Image Print

Beirut, (Antara/AFP) - Satu ledakan kuat bom yang ditanam diterowongan Kota Tua Aleppo, Suriah utara menewaskan tujuh tentara pemerintah, Selasa. Jabha Shamiyeh, satu koalisi baru pemberontak di Aleppo, berada dibelakang ledakan itu, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR). Kepala SOHR Rami Abdel Rahman mengatakan setidaknya tujuh tentara pemerintah dan petempur sekutu tewas. Satu pernyataan sebelumnya dari kelompoknya menyebut jumlah korban tewas atau cedera 20 orang. Abdel Rahman mengemukakan kepada AFP beberapa tentara pemerintah lainnya cedera akibat ledakan itu tetapi tidak mengatakan berapa jumlah mereka. SOHR yang bermarkas di Inggris itu, yang mengandalkan berbagai sumber bagi laporannya, mengatakan baku tembak seru meletus di Kota Tua Aleppo itu setelah ledakan di terowongan itu. Jabha Shamiyeh, yang dibentuk kurang dari sepekan lalu, tidak mengklaim bertanggung jawab, tetapi para pegiat oposisi di Aleppo mengatakan kelompok itu berada dibelakang ledakan itu. Sementara itu televisi pemerintah Suriah memberitakan "kelompok-kelompok teroris menargetkan Kota Tua itu dengan tiga ledakan, barat benteng itu menghancurkan beberapa gedung bersejarah di daerah itu." Televisi itu tidak melaporkan mengenai jumlah korban. Satu sumber militer Suriah di Aleppo, yang berbicara tanpa bersedia namanya disebutkan mengonfirmasikan kepada AFP bahwa pemberontak meledakkan bom di terowogan itu. Sementara itu, baku tembak meletus, kata sumber itu dan menambahan: "Tentara berhasil memukul mundur satu usaha untuk melancarkan serangan." Pertempuran di Aleppo meletus pertengahan tahun 2012, dan menguasai kota itu sejak terbagi dua antara pemberontak yang menguasai bagian timur dan pemerintah yang mrnguasai bagian barat. Aksi kekerasan itu menghancurkan bagian-bagian Kota Tua itu. Pada Mei, pemberontak meledakan bom-bom di bawah Hotel Carlton, yang pasukan pemerintah gunakan sebagai pangkalan. Pada September, beberapa gedung lainnya hancur dalam serangan terowongan yang sama. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026