Logo Header Antaranews Sumbar

Pasar Susu Sapi Padang Panjang sampai Luar Provinsi

Senin, 29 Desember 2014 04:13 WIB
Image Print

Padang Panjang, (Antara) - Pasar susu sapi perah produksi peternak di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), sudah mencapai luar provinsi, seperti Riau dan Jambi. "Konsumen rata-rata dari luar daerah seperti, Pekanbaru, Riau, Jambi, Kota Padang, Bukittinggi dan Tanahdatar," kata Ketua kelompok tani sapi perah Tunas Baru Kota Padang Panjang, Mukhlizar, Senin. Tingginya minat konsumen dari luar daerah tersebut, katanya, karena kualitas susu sapi Padang Panjang bagus dan kuantitas produksinya banyak dibanding daerah lain sebab daerah itu sentra produksi susu sapi perah di Sumbar. "Terkadang kami sulit memenuhi kebutuhan konsumen tersebut, karena keterbatasan produksi," katanya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya untuk sementara menyuruh konsumen untuk membeli susu ke kelompok tani sapi perah lain. "Kondisinya juga sama, peternak sapi perah yang ada di Padang Panjang ini juga kewalahan memenuhi permintaan konsumen," katanya. Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Panjang Candra mengatakan, permintaan konsumen dari berbagai daerah cukup banyak mencapai 1.500-2.000 liter perhari. "Sementara produksi kami baru separoh itu," katanya. Candra mengatakan, sebagai sentra produksi susu sapi perah di provinsi itu kota yang berjuluk "Serambi Mekah" tersebut, baru bisa menghasilkan susu sapi perah sebanyak 800-900 liter perhari. "Dari 247 ekor sapi perah yang dipelihara oleh delapan kelompok tani sapi perah di Padang Panjang, 60 persen diantaranya sudah bisa menghasilkan susu murni sebanyak 800-900 liter perhari," katanya. Sapi yang bisa memproduksi susu berumur dua tahun ke atas dan maksimal berumur lima sampai enam tahun. "Sapi yang bisa menghasilkan susu tersebut adalah sapi dalam keadaan setelah melahirkan, dan bisa berproduksi selama satu tahun," katanya. Dia mengatakan, tingkat produksi susu tersebut bisa meningkat apabila perawatan dan makanannya cukup setiap hari. "Istilahnya, input harus seimbang dengan output, demikian sebaliknya," katanya. Selain itu, kata dia, kebersihan kandang juga bisa mempengaruhi kondisi ternak, sehingga peternak diharapkan bisa lebih intensif dalam memperhatikan kebersihan kandang dan sapi. (*/ben)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026