
Sudan Tingkatkan Tekanan Pada Missi PBB di Darfur

Khartoum, (Antara/AFP) - Pihak berwenang di Sudan sedang meningkatkan usaha-usaha untuk memaksa missi Uni Afrika-PBB di Darfur meninggalkan daerah itu, mengancam pengiriman pasokan bantuan kemanusiaan. Pasukan UNAMID itu digelar di Darfur tahun 2007, beranggotakan 16.000 personil dengan tugas melindungi para warga sipil dan menjamin bantuan keamanan di daerah seluas Prancis itu. Daerah barat Sudan yang gersang itu dilanda aksi kekerasan sejak awal pemberontak yang dimulai tahun 2003, dengan lebih dari 300.000 orang tewas dan pemerintah dituduh melakukan kejahatan perang dalam perangnya terhadap pemberontak itu. Pemerintah Sudan "tidak pernah berusaha menyembunyikan permusuhannya pada kehadiran pasukan asing di wilayahnya," kata pengamat kelompok Krisis Internasional, Jerome Tubiana. Tetapi usaha-usaha UNAMID untuk menyelidiki satu laporan bahwa pasukan Sudan memerkosa 200 wanita dan gadis di desa Tabit tampaknya mendorong pihak berwenang untuk mendesak pasukan perdamaian itu meninggalkan daerah itu. Missi itu telah menghadapi masalah-masalah setelah satu laporan PBB Oktober mengecamnya karena melakukan kejahatan yang tidak dllaporkan di Darfur. Tekanan kian kuat dalam pekan-pekan belakangan ini, dengan Presiden Omar al-Bashir menyebut UNAMID satu "beban" dan kementerian luar negeri menuduh para personilnya melakukan penyiksaan termasuk perkosaan, dan mendukung pemberontak. Pemerintah Sudan berulang kali membantah tuduhan-tuduhan perkosaan, dan menegaskan bahwa keinginannya bagi penghentian missi itu diawali dengan kontroversi. Pemerintah membuat satu permintaan resmi kepada Dewan Keamanan PBB pada 11 November bagi UNAMID untuk membentuk satu strategi ke luar, tetapi juru bicara kementerian luar negeri Yousifal Kordofani mengatakan masalah itu telah muncul beberapa bulan lalu dan pemerintah "sangat kecewa" dengan kerja missi itu. Sementara itu kantor pers UNAMID mengemukakan kepada AFP bahwa permintaan itu adalah "bagian dari diskusi-diskusi rutin yang telah dilakukan beberapa waktu lalu". Kordofani mengatakan pasukan missi itu telah melakukan penyiksaan "termasuk kadang-kadang memberikan pasokan kepada gerakan-gerakan pemberontak" dan militer Sudan mampu melindungi para warga sipil di wilayah itu. "Angkatan bersenjata Sudan berada di Darfur, melindungi penduduk Darfur dan melindungi UNAMID," katanya kepada AFP, dan menambahkan bahwa pemerintah sedang berusaha memulangkan secara berangsur para anggota missi itu, tidak untuk mengusir mereka. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
