
Enam Mantan Tahanan Guantanamo Masih Dirawat di Uruguay

Montevideo, (Antara/AFP) - Enam mantan tahanan Guantanamo, Selasa, masih dirawat di rumah sakit setelah dipindahkan ke Uruguay, tempat mereka akan menetap, mengakhiri lebih dari sepuluh tahun dalam tahanan. Menteri pertahanan Uruguay sebelumnya mengatakan mereka tiba di negara Amerika Selatan itu pada Ahad sebagai pengungsi, akan dibebaskan "dalam beberapa jam ke depan", tetapi lebih dari dua hari setelah kedatangan mereka, pejabat mengatakan mereka masih dalam pemeriksaan kesehatan di rumah sakit militer. Presiden Uruguay Jose Mujica yang berhaluan kiri setuju menampung mereka atas "alasan-alasan kemanusiaan" dalam usaha membantu Presiden Amerika Serikat Barack Obama memenuhi janji yang tertunda lama untuk menutup penjara yang dibentuk tidak lama setelah serangan-serangan 11 September 2001 di AS. Pihak berwenang mengatakan bahwa setelah meninggalkan rumah sakit mereka akan dibawa ke satu rumah di satu lokasi yang tidak disebutkan di negara itu untuk mulai beradaptasi dengan Uruguay. Mereka dijaga ketat oleh pihak keamanan, satu tindakan yang Menteri Dalam Negeri Eduardo Bonomi katakan untuk keselamatan mereka sendiri dan akan terus dilakukan setelah mereka meninggalkan rumah sakit. "Orang sering menanyakan tindakan yang akan dilakukan dari sudut keamanan, menganggap bahwa tiga orang itu adalah satu ancaman keamanan," katanya kepada stasiun televisi lokal Canal 20. "Tindakan keamanan kami lakukkan adalah untuk keamanan mereka sendiri," katanya. Para tahanan itu, empat warga Suriah, seorang Palestina dan seorang Tunisia, semua berusia 30 tahan dan 40 tahunan, termasuk di antara para tahanan pertama dikirim ke Guantanamo tahun 2012. Penahanan itu adalah bagian dari "Perang AS melawan Teror" atas tuduhan punya hubungan dengan Al Qaida, mereka tidak pernah dituduh atau diadili. Mereka telah diperiksa bagi pembebasan, tetapi AS memutuskan mereka tidak dapat dikirim ke negara-negara mereka karena alasan keamanan. Seorang pengacara bagi salah seorang dari mereka, Jihad Diyab warga Suriah mengatakan mereka borgol dan mata ditutup selama penerbangan lebih dari 12 jam menumpang pesawat Angkatan Udara AS ke Uruguay. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
