
Larangan Rusia Terhadap Pasokan Pangan Langgar Kesepakatan

Minsk, (Antara/Xinhua-OANA) - Larangan Rusia terhadap pasokan produk Belarusia ke Rusia bertentangan dengan semua kesepakatan sebelumnya, kata Menteri Kehakiman Belarusia Oleg Slizhevsky kepada media setempat pada Jumat (5/12). Situasi yang berlangsung bertolak-belakang dengan semua kesepakatan sah antara Rusia dan Belarusia, kata Slizhevsky. Ia merujuk kepada keputusan Rusia untuk memperketat peraturan transit. Pejabat itu juga menegaskan bahwa sasaran utama pembentukan Uni Ekonomi Europa-Asia ialah untuk menciptakan pasar bebas bagi barang, layanan, tenaga kerja dan modal. "Situasi tersebut, ketika gerakan barang kami dibatasi di dalam uni itu, bertentangan dengan semua kesepakatan sebelumnya," kata menteri tersebut. Slizhevsky mengatakan ia berharap politisi akan mengakhiri tindakan tak bersahabat ini secepatnya, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu siang. Sebelumnya, Rusia memberlakukan peraturan baru transit bagi Belarusia setelah Pemerintah Rusia mengatakan muatan truk tujuan Kazakhstan dibongkar secara tidak sah di Rusia. Menurut lembaga Rusia, Rosselkhoznadzor, peraturan baru diberlakukan untuk menutup jalur transit sah yang digunakan untuk mengirim daging beku dari Eropa ke Rusia --produk yang telah dilarang Moskow sebagai reaksi atas sanksi Barat sehubungan dengan krisis Ukraina. Perdana Menteri Belarusia Mikhail Myasnikovich pada Jumat mengatakan Belarusia memenuhi semua kesepakatan dengan Rusia mengenai transit barang ke negara ketiga. "Semua jenis tuduhan bahwa sesuatu dibiarkan lewat secara tidak sah tanpa dasar," kata perdana menteri tersebut. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
