
Dolar Menguat Didukung Data Positif Ketenagakerjaan AS

New York, (Antara/Xinhua) - Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena angka penggajian pekerja non pertanian negara itu pada November menunjukkan kenaikan terbesar sejak Januari 2012. Total daftar gaji pekerja non pertanian meningkat sebesar 321.000 pada November, dan tingkat pengangguran tidak berubah pada 5,8 persen, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat. Angka terbaru itu di atas perkiraan para analis untuk kenaikan 230.000. Menurut laporan itu, November adalah bulan ke-10 berturut-turut dengan pertumbuhan lapangan kerja melebihi 200.000, terpanjang sejak 1990-an. Selain itu, ekspor barang dan jasa AS naik menjadi 197,5 miliar dolar AS pada Oktober dari 195,2 miliar dolar AS pada September, membantu sedikit mempersempit defisit perdagangan internasional menjadi 43,4 miliar dolar AS pada Oktober, Departemen Perdagangan melaporkan pada Jumat. Laporan-laporan optimistis menunjukkan momentum kenaikan yang kuat dari ekonomi AS dan mendorong spekulasi pasar bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebelum pertengahan 2015, sehingga mendukung dolar AS selama sesi. Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,68 persen menjadi 89,310 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke 1,2284 dolar dari 1,2365 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5591 dolar dari 1,5674 dolar. Dolar Australia turun menjadi 0,8320 dolar dari 0,8382 dolar. Dolar AS dibeli 121,45 yen Jepang, lebih tinggi dari 119,86 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 0,9786 franc Swiss dari 0,9725 franc Swiss, dan bergerak naik menjadi 1,1439 dolar Kanada dari 1,1381 dolar Kanada. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
