
Serangan Udara Mematikan Hantam Pos Milisi di Perbatasan Tunisia

Tripoli, (Antara/AFP) - Serangan udara menghantam sebuah pos milisi Libia di perbatasan dengan Tunisia Jumat, menewaskan satu orang, sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan serangkaian serangan bom merusak usaha-usaha perdamaian. Milisi "Perisai Libia" menuding pasukan yang setia kepada pemerintah yang diakui secara internasional melancarkan serangan itu yang dekat dengan perlintasan perbatasan Ras Jedir. "Satu anggota Perisai Libia terbunuh dan antara tiga dan lima orang menderita luka-luka," kata juru bicara Hafedh Muammar kepada kantor berita AFP. "Perisai Libia" merupakan bagian dari aliansi milisi dukungan kelompok Islamis yang menguasai Tripoli, ibu kota Libia, dan banyak bagian barat pada Agustus, memaksa pemerintah dukungan internasional mengungsi ke pedalaman di wilayah timur. Juru bicara Kementerian Pertahanan Tunisia Belhassen Oueslati mengatakan kepada AFP bahwa wilayah udara negerinya tidak dilanggar dalam serangan tersebut tetapi patroli-patroli angkatan udara telah ditingkatkan di wilayah perbatasan. Pasukan yang setia kepada pemerintah melancarkan serangkaian serangan udara di bagian barat Libia dalam beberpa hari terakhir, mengundang kutukan dari misi PBB untuk negara Afrika Utara itu. Dikatakannya bahwa serangan-serangan itu mengganggu usaha-usahanya memediasi diakhirinya pergolakan. "Misi Dukungan PBB di Libia (UNSMIL) mengutuk sarangan-serangan udara baru-baru ini dan eskalasi dalam kekerasan di Libia," katanya. "UNSMIL juga menyatakan kecemasan mandalam atas efek negatif eskalasi militer karena saat ini sedang dilakukan proses dialog politik." Misi PBB itu mengumumkan Rabu bahwa Perwakilan Khusus Bernardino Leon akan memimpin babak baru negosiasi antara pihak-pihak yang berperang pada 9 Desember. "Berlanjutnya eskalasi dalam kekerasan dan pernyataan-pernyataan yang mengancam lebih banyak aksi militer tidak membantu menciptakan atmosfir kondusif untuk menyelenggarakan dialog politik ini," kata UNSMIL. Pada Kamis, pasukan yang setia kepada pemerintah yang diakui internasional menyerang apa yang mereka sebut merupakan satu posisi milisi di selatan Tripoli. Tapi rival-rival milisi mereka, yang telah membentuk pemerintahan sendiri di ibu kota, mengatakan serangan itu mengenai peternakan unggas. Pada Selasa, serangan-serangan udara atas kota pesisir Zuara, antara Tripoli dan Ras Jendir, membunuh tujuh orang, termasuk lima pekerja migran Afrika. Pasukan yang setia kepada mantan Jenderal Khalifa Haftar, yang sekarang bersekutu dengan pemerintah yang diakui internasional, menguasai pangkalan udara Al-Woutia di bagian barat Libia. Pasukan Haftar telah bertempur dengan milisi Islamis di Benghazi, kota kedua terbesar di Libia sejak Oktober. Dia juga bertekad mengakhiri kendali ibu kota oleh milisi dalam tiga bulan. (*WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
