Logo Header Antaranews Sumbar

AS Kutuk Pemboman Kedutaan Iran di Sanaa

Kamis, 4 Desember 2014 11:28 WIB
Image Print

Washington, (Antara/KUNA/Reuters) - Amerika Serikat Rabu mengutuk pemboman kediaman Duta Besar Iran di Sanaa, Yaman, Rabu pagi, dan menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban. Serangan terhadap fasilitas diplomatik dan terhadap diplomat bertentangan dengan semua norma internasional dan tidak dapat dibenarkan atau dimaafkan. "Kami mendesak pihak berwenang Yaman untuk melakukan investigasi menyeluruh dan membawa para pelaku ke pengadilan," Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri Marie Harf mengatakan dalam satu pernyataan. Ledakan kendaraan jebakan itu mengakibatkan pembunuhan seorang warga sipil dan dua tentara. Menurut laporan-laporan Reuters dari Sanaa, sebuah mobil bom bunuh diri meledak di kediaman duta besar Iran untuk Yaman Rabu, menewaskan tiga orang. Serangan bom di ibu kota Yaman, Sanaa, itu menimbulkan lubang besar pada rumah duta besar dan membuat material bangunan terlempar sampai di jalanan yang biasanya dijaga dengan ketat. Seorang petugas paramadis mengaku telah menemukan tiga mayat dan tiga orang terluka di sekitar area pengemboman. Sementara seorang tentara di sekitar kejadian bernama Abdullah Mahmoud mengatakan bahwa sejumlah penjaga dari Yaman dan Iran terbunuh. Kementerian dalam negeri sendiri hingga kini baru membenarkan adanya satu korban tewas, yaitu putra duta besar, dan 17 korban luka yang sebagian besar merupakan karyawan kementerian energi yang kebetulan berkantor di dekat tempat kejadian perkara. Sementara itu sang duta besar Iran justru selamat karena meninggalkan rumahnya sekitar 10 menit sebelum bom meledak, demikian pihak keamanan menerangkan. Sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab terhadap bom bunuh diri itu. Namun insiden yang terjadi pada Rabu berpola sama dengan serangan pada masa lampau yang dilakukan oleh kelompok "Al Qaeda in the Arabian Peninsula" (AQAP) yang sering menyasarkan serangannya ke lembaga-lembaga negara. AQAP sebelumnya juga mengaku bertanggung jawab atas serangan di Sanaa pada 9 Oktober lalu. Pada saat itu, bom bunuh diri meledak di pos penjagaan gerakan Muslim Syiah Houthi dan menyebabkan 47 orang tewas. AQAP adalah kelompok yang sering kali mengkritik campur tangan Iran terhadap politik dalam negeri Yaman dan mengecam kedekatan gerakan Houthi dengan pemerintah di Tehran. Di Tehran, juru bicara kementerian luar negeri Marzieh Afkham sementara itu mengatakan bahwa semua staf kedutaan selamat dan tidak mengalami luka-luka. "Ini bukan merupakan hal besar dan insiden tersebut tengah diselidiki," kata Afkham sebagaimana dikutip dari media setempat. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026