Logo Header Antaranews Sumbar

Rupiah Melemah ke Posisi Rp9.720

Kamis, 20 Desember 2012 17:42 WIB
Image Print
Mata uang rupiah. (ANTARA)

Jakarta, (ANTARA) - Mata uang rupiah kembali berada dalam area negatif atau melemah pada Kamis sore ke level Rp9.720 per dolar AS menyusul penanganan defisit fiskal AS yang belum disepakati. Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Kamis sore bergerak melemah nilainya sebesar 60 poin menjadi Rp9.720 dibanding posisi sebelumnya Rp9.660 per dolar AS. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis mengatakan, koreksi mata uang rupiah diakibatkan kuatnya diskusi pembahasan penanggulangan defisit fiskal AS setelah Obama mengancam akan melakukan veto. "Negoisasi 'fiscal cliff' AS diharapkan mencapai kesepakatan dalam beberapa hari mendatang, sehingga dapat membuat nilai tukar berisiko menjadi positif," kata dia. Meski demikian, lanjut dia, data kepercayaan bisnis Jerman yang melampaui ekspektasi di tengah meningkatnya optimisme atas penyelesaian hutang Yunani dapat menjadi sentimen positif bagi mata uang rupiah. Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova menambahkan, sentimen negatif dari domestik juga masih membayangi seperti neraca perdagangan yang masih defisit. "Rupiah masih dibayangi oleh defisit neraca perdagangan, kondisi itu cukup membuat nilai tukar rupiah suli menguat," kata dia. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Kamis (20/12) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah nilainya menjadi Rp9.660 dibanding posisi sebelumnya Rp9.649 per dolar AS. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026