Logo Header Antaranews Sumbar

Moskow Tuduh Barat Berusaha Paksa Perubahan Pemerintah Rusia

Sabtu, 22 November 2014 20:37 WIB
Image Print

Moskow, (Antara/AFP) - Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, Sabtu menuduh Barat berusaha memaksa satu perubahan pemerintah di Rusia melalui sanksi-sanksi menyangkut konflik Ukraina. "Barat menunjukkan tekad bahwa mereka tidak ingin memaksa (Rusia mengubah kebijakan, mereka menginginkan terjadi satu perubahan pemerintah," kata Lavrov dalam satu forum analis politik di Moskow. "Kini para tokoh masyarakat di negara-negara Barat mengatakan bahwa perlu memberlakukan sanksi-sanksi yang akan menghancurkan ekonomi dan membangkitkan protes-protes masyarakat," kata Lavrov yang dikutip kantor berita TASS. Amerika Serikat dan Uni Eropa memberlakukan sejumlah sanksi pada Moskow sementara mereka menyalahkan Rusia karena membantu pemberontak pro-Kremlin di Ukraina timur. Embargo-embargo yang ditargetkan pada energi penting Rusia, sektor-sektor pertahsnan dan keuangan telah memaksa mata uang rubel anjlok dan inflasi meningkat. Lavrov mengatakan sanksi-sanksi terhadap Rusia tidak sama yang diberlakukan pada Korea Utara dan Iran "diberlakukan dalam satu cara yang tidak menyebabkan merusak, hanya berpengaruh pada elit dan tidak merusak lingkungan sosial atau ekonomi." Pada saat yang sama ia menolak p4ringatan dari Wakil Presiden Joe Biden, Jumat bahwa Rusia akan menghadapi "pengucilan yang lebih luas" jika tidak melaksanakan komitmennya berdasarkan rencana perdamaian Minsk mengenai Ukraina. "Mayoritas besar dari negara-negara -- kami akan meneruskan dialog dengan mereka... Tidak ada pengucilan," kata Lavrov. Akan tetapi hubungan Rusia dengan Eropa tidak lagi mengenai "bisnis seperti biasa", kata menlu itu. Rusia membalas sanksi-sanksi Barat dengan memberlakukan embargo luas pada sebagian besar impor pangan dari Uni Eropa dan Amerika Serikat.(*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026