Logo Header Antaranews Sumbar

Legislator PDIP Jelaskan Penolakan Kenaikan BBM

Sabtu, 22 November 2014 16:57 WIB
Image Print

Bangkalan, (Antara) - Anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan MH Said Abdullah menjelaskan alasan penolakan kenaikan bahan bakar minyak oleh sebagian kader partai itu. "Sebenarnya substansi kenaikan BBM yang ditolak, bukan naiknya," kata Said Abdullah seusai menghadiri sosialisasi Juklak Musancab, Konfercab, Konferda dan Penjaringan Bakal Calon Ketua DPC dan DPD PDIP Perjuangan di aula MAN Bangkalan, Sabtu. Said mengatakan, sejak 10 tahun lalu, kenaikan BBM selalu diidentikan dengan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat kecil pada saat yang bersamaan. Dia dan sebagian politikus PDIP lainnya sering menyampaikan hal itu dalam setiap rapat serap informasi dengan Menteri Keuangan agar kompensasi BBM sebaiknya diserahkan jauh sebelum pemerintah menaikkan BBM. "Saya sebagai anggota Badan Anggaran DPR RI selalu mengatakan kepada Menteri Keuangan jangan memberikan BLT di tengah kenaikan BBM," katanya. Di satu sisi Said mengakui, kenaikan BBM merupakan pilihan agar pemerintah bisa membangun infrastruktur lebih baik. Karena itu, salah satu tindakan yang perlu dilakukan pemerintah adalah mengurangi subsidi BBM. "Hanya saja, caranya memang yang tidak tepat," katanya. Mengenai naiknya BBM di tengah harga minyak dunia turun, menurut Said Abdullah, turunnya harga minyak dunia tidak berpengaruh pada bidang fiskal yang dalam realitasnya tetap naik. "Hal ini, karena biaya impor tetap lebih besar dari pada biaya produksi. Produksi minyak Indonesia sebanyak 800 ribu barel per hari. "Sedangkan impornya 840," katanya. Jadi, kata dia, kalau BBM tidak dinaikkan, maka pemerintah tidak akan bisa melaksanakan pembangunan terutama bagi masyarakat pedesaan. "Kalau BBM tidak naik, tidak akan bisa menyehatkan fiskal, dan kita tidak akan bisa membangun. Jadi kita jalan ditempat," paparnya. Dia mengatakan, perlu diketahui harga minyak Indonesia, masuk rangking 16 termurah di dunia dan kedepan yang perlu kita benahi adalah infrastruktur dasar BBM. Ia mencontohkan seperti negara Vietnam, dalam 10 tahun bisa membenahi energi dengan menggunakan gas. "Tapi 10 tahun di Indonesia ini belum menghasilkan apa-apa," katanya. Said Abdullah menyatakan, jika nantinya Indonesia bisa mengalihkan teknologi dengan energi gas, maka hasilnya akan lebih baik, karena telah terbukti lebi irit. Sebab dalam 1 matrix kubik gas, sama dengan 3 liter BBM. Sementara itu, dalam sosialisasi Muscab PDIP Bangkalan, telah ditetapkan calon tunggal ketua DPC PDIP, yaitu Fatkurrahman. Sedangkan calon Ketua DPD 3 orang, yakni Suhandoyo, Bambang Suhartono dan Said Abdullah.(*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026