
Realisasi PAD Solok Selatan Sudah 56 Persen

Padang Aro, (Antara) - Pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, hingga November sudah mencapai Rp23 miliar atau 56 persen dari target tahun ini sebesar Rp41 miliar. "Target PAD tahun ini sebesar Rp41 miliar dan sudah terealisasi sebesar Rp23 miliar atau 56 persen hingga November. Pemerintah daerah saat ini terus berupaya untuk supaya realisasinya bisa lebih baik lagi," kata Kepala Bidanga (Kabid) Pengelolaan Pendapatan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Solok Selatan, Oriza di Padang Aro, Rabu. Dia menjelaskan, petugas sekarang tengah mengintensifkan pemungutan pendapatan langsung ke lapangan agar peningkatan PAD bisa terealisasi secepatnya. "Realisasi PAD 2014 ini tidak mungkin bisa mencapai 100 persen karena ada beberapa sektor tidak bisa dipungut karena berbagai hal," katanya. Untuk tahun ini, imbuhnya, walaupun tidak bisa mendapatkan 100 persen tetapi akan diupayakan bisa mencapai angka 90 persen. "Ini tentu saja butuh upaya yang lebih baik lagi," katanya. Ia menyebutkan, pemerintah daerah sudah mendatangi semua perusahaan yang menggunakan galian C dalam membangun sarana pabrik agar mereka membayarkan pajaknya. Dari upaya yang sudah dilakukan tersebut, kata dia, ada beberapa perusahaan besar yang sudah melaporkan penggunaan galian C. "Setiap perusahaan yang bekerja di daerah itu diharuskan membayar pajak 15 persen per kubik dari harga satuan yang sudah di tetapkan pemerintah daerah," katanya. Dia mengimbau, semua wajib pajak di daerah itu agar membayarkan kewajiban mereka karena ini akan dipergunakan untuk pembangunan demi kesejahteraan masyarakat setempat. Untuk 2015, imbuhnya, sudah dilakukan evaluasi pada beberapa sektor yang bisa meningkatkan PAD bagi Solok Selatan. Sebagai contoh, sebutnya, ada beberapa lahan parkir yang belum terkelola dengan baik serta berbagai reklame yang belum bayar pajak. "Jika sektor tersebut bisa dikelola dengan baik tentu saja bisa meningkatkan PAD dan sekarang kami sedang melakukan evaluasi," jelasnya. Tahun ini, tambahnya, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki target PAD terbesar yaitu Dinas Kesehatan yaitu sebesar Rp8,4 miliar dan sudah terealisasi Rp4,3 miliar. Selain itu, katanya, juga dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat dengan target Rp8,2 miliar dan sudah terealisasi Rp6 miliar lebih. "Akhir tahun kita yakin PAD lebih baik karena ada beberapa sektor yang memungkinkan bisa menunjangnya," tambahnya. (*/rik/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
