
Ekonom : Wajar BI Pertahankan Tingkat Suku Bunga

Jakarta, (Antara) - Ekonom DBS Gundy Cahyadi menilai wajar Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 7,5 persen, mengingat laju inflasi dalam beberapa bulan terakhir cukup terjaga. Gundy Cahyadi di Jakarta, Kamis, meperkirakan otoritas moneter juga memiliki kemungkinan yang kecil untuk menaikkan tingkat suku bunga hingga akhir tahun, walaupun pemerintah berencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. "Besaran kenaikan harga BBM tidak akan terlalu besar, sehingga BI tidak perlu menaikkan BI Rate," ujar dia. Ke depannya, Gundy menyarankan besaran kenaikan harga BBM berkisar di Rp1.500 hingga Rp2.000. Jika pemerintah menaikkan harga BBM mencapai Rp3.000, menurut dia, BI akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps), menjadi 7,75. Ekonom Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono sebelumnya menuturkan bahawa beberapa tantangan ekonomi global, maupun domestik, belum berpotensi membuat BI Rate naik. Bahkan, menurut Tony, jika pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi dengan besaran Rp2.500 pun, BI masih berpeluang untuk mempertahankan BI Rate. Sedangkan, mengenai faktor lain, seperti penghentian pemberian stimulus dari Amerika Serikat, dan kenaikan suku bunga bank sentral AS teh Fed, kata Tony, BI juga tidak serta merta harus langsung menaikkan suku bunga. Hal itu, menurut Tony, karena AS juga memiliki batas toleransi untuk menampung arus modal yang masuk dari negara-negara berkembang karena kebijakan normalisasi tersebut. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Kamis ini, memutuskan untuk mempertahankan BI rate pada level 7,5 persen, yang telah berlangsung selama setahun terakhir. Kebijakan tersebut, menurut Agus, masih konsisten dengan upaya untuk mengendalikan inflasi menuju ke sasaran 4,5 persen plus minus satu persen pada 2014 dan empat persen plus minus satu persen pada 2015, serta menurunkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat. "Namun, Bank Indonesia mewaspadai indikasi kenaikan ekspektasi inflasi terkait dengan rencana kebijakan BBM yang akan ditempuh Pemerintah," kata Agus. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
