Logo Header Antaranews Sumbar

Presiden Irak Tiba di Riyadh untuk Bertemu Raja Abdullah

Rabu, 12 November 2014 06:51 WIB
Image Print

Riyadh, (Antara/AFP) - Presiden Irak Fuad Masum tiba di Arab Saudi Selasa malam untuk mengadakan pembicaraan dengan Raja Abdullah, menegaskan pencairan dalam hubungan setelah mengalami ketegangan selama bertahun-tahun. Pertemuan di istana Raja Abdullah di Riyadh merupakan kontak level tertinggi antara Irak yang mayoritas muslimnya pengikut aliran Syiah dan Arab Saudi yang didominasi Sunni. "Presiden Irak menyatakan kegembiraannya mengunjungi kerajaan itu dan bertemu dengan saudaranya Raja (Abdulah)," yang menyambut delegasi yang datang, kantor berita Arab Saudi SPA melaporkan. "Mereka membahas perkembangan-perkembangan paling akhir di level regional dan internasional, dan juga hubungan bilateral dan cara-cara memajukannya," demikian SPA, tanpa memberikan rincian. Kantor berita itu tidak menyatakan berapa lama Masum akan berada di kerajaan tersebut. Hubungan kedua negara tetangga itu tegang di bawah mantan Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki, yang terpilih kembali pada 2010 setelah Teheran dan Washington memainkan peran-peran kunci. Penarikan pasukan Amerika dari Baghdad setahun berikutnya memungkinkan Iran membangun pengaruh politiknya di Irak. Arab Saudi dan Iran merupakan pesaing-pesaing regional, menentang pihak-pihak dalam perang di Suriah dan isu-isu regional lainnya. Pada Juni, Menteri Luar Negeri Pangeran Saud al-Faisal memperingatkan risiko perang saudara di Irak dengan konsekuensi yang tak dapat diprediksi bagi kawasan dan menyalahkan "kebijakan-kebijakan sektarian" Maliki karena kekerasan meningkat di sana. Para militan, yang dipelopori kelompok Negara Islam, dan diikuti pendukung diktator Saddam Hussein, menguasai kawasan bagian utara dan bagian tengah-utara Irak. Pemerintah Maliki sebaliknya menuduh Arab Saudi dan Qatar menyokong "terorisme" di negaranya. Hubungan mulai membaik setelah Haidar al-Abadi, yang dinominasi Masum untuk menjadi perdana menteri menggantikan Maliki pada Agustus. Raja Abdullah mengirim pesan-pesan ucapan selamat, dengan mengatakan dia berhadap nominasi Abadi akan membantu "membangun kembali kekompakan" di antara rakyat Irak dan melentarikan persatuan serta stabilitas Irak". Pada September Arab Saudi dan para tetangganya di Teluk bergabung ke dalam kampanye pemboman pimpinan AS terhadap IS di Suriah, walaupun bukan di Irak. SPA melaporkan menteri luar negeri, keuangan dan dalam negeri mendampingi Masum untuk pertemuan-pertemuan di Riyadh, yang juga mencakup Menlu Faisal, Wakil Pangeran Moqren bin Abdul Aziz dan para pejabat senior di bidang keamanan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026