
BNBP Bangun Sembilan Tempat Evakuasi Sementara Tsunami

Jakarta, (Antara) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), membangun sembilan titik tempat evakuasi sementara (TES) tsunami untuk menekan korban jiwa ketika terjadi tsunami di daerah rawan bencana alam tersebut. "Bangunan TES 9shelter0 ini sebagai tempat penampungan sementara untuk menyelamatkan jiwa ketika terjadi tsunami, digunakan paling lama dua jam setelah kejadian dan bukan merupakan tempat pengungsian," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Selasa. Ia menjelaskan, BNPB bekerja sama Kementerian Pekerjaan Umum dan instansi terkait lainnya, sedang melaksanakan pembangunan fisik TES tsunami tahun anggaran 2014. Sembilan unit bangunan TES tersebut di bangun di Ace sebanyak satu unit di Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar, Sumatera Barat (Sumbar) dua unit di Koto Tengah Kota Padang, Bengkulu, dua unit di Kampung Melayu Kota Bengkulu dan Kabupaten Seluma. Selanjutnya, Banten di Kecamatan wanasalam Desa Muara Kabupaten Lebak dan Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, masing-masing satu unit, Bali, Serangan Kota Denpasar sebanyak satu unit dan Nusa Tenggara Barat, Kecamatan Pamenangan sebanyak satu unit. "Pembangunan TES ini dilakukan di daerah-daerah rawan bencana tsunami, sehingga evakuasi korban bencana tsunami dapat dilakukan dengan cepat," ujarnya. Selain pembangunan TES, kata dia, pihaknya mengkoordinir penyiapan perencanaan detail teknis di 30 lokasi Sumatera dan Jawa, sebagai kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana. Program perencanaan ini diantaranya penyusunan peta jalur evakuasi, penyusunan DED dan pembangunan jalur serta tangga evakuasi, sirine peringatan dini dengan teknologi sederhana, rencana kontinjensi dan sosialisasi dan diseminasi TES. "Kita telah melaksanakan dan menyosialisasikan program ini kepada pemerintah daerah, sehingga penangganan dan evakuasi korban bencana tsunami dapat dilakukan dengan cepat, sehingga korban jiwa akibat bencana tersebut dapat ditekan," ujarnya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
