Logo Header Antaranews Sumbar

Hatta Rajasa Sarankan Pembentukan Komisi Lewat Musyawarah

Senin, 20 Oktober 2014 14:41 WIB
Image Print
Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa menyarankan anggota DPR untuk melakukan musyawarah dalam pembentukan komisi. "Saya lebih mendukung kelengkapan Dewan itu dimusyawarahkan. Bagaimana KMP (Koalisi Merah Putih) melakukan check and balance dibicarakan secara baik dengan KIH (Koalisi Indonesia Hebat)," kata Hatta usai Pelantikan Presiden-Wakil Presiden di Gedung DPR, Jakarta, Senin. Hatta mengatakan dalam perannya di pemerintahan KIH juga berhak memberikan dukungan dan kritikan. Dengan porsi KMP lebih banyak di Parlemen, dia menilai, bisa dimusyawarahkan dengan baik dengan KIH. "Bukan tidak mungkin untuk dimusyawarahkan, kalau bermusyawarah itu bukan tidak mungkin dibicarakan," katanya. Terkait posisi partainya, Hatta menegaskan bahwa PAN masih dalam KMP atau pihak oposisi dari pemerintah. Ia juga tidak mempersoalkan adanya partai dari KMP yang membelot ke KIH, seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP). "(PAN) masih tetap KMP. Romy (Romahurmuzy, Politisi PPP) ada di sana (KIH) ada Pak Surya di sini (KMP), kita doakan supaya bisa rukun bisa rujuk. Saya datang (ke pelantikan) sudah luar biasa," katanya. Terkait pelantikan Jokowi-JK, Hatta berpendapat merupakan transisi pemerintahan yang sangat baik dari Presiden sebelumnya Susilo Bambang Yudhoyono kepada Joko Widodo. "Jadikan ini suatu tradisi yang dijalankan sampai kapanpun bagaimana ini bisa dilihat sebagai suatu proses menyejukan, damai, berwibawa dan terhormat. Ini penting pemimpinnya akur," ktanya. Pada Senin (20/10), Jokowi-JK dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden ketujuh Republik Indonesia setelah memenangkan Pilpres 2014 dan mengalahkan lawan politiknya Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Pelantikan lima tahunan itu dihadiri oleh pejabat pemerintahan, mulai dari pejabat eksekutif, legislatif, yudikatif, TNI, Polri dan lainnya. Selain itu perwakilan dari 17 kepala negara menghadiri acara pelantikan ini termasuk Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry. Usai pelantikan di gedung DPR/MPR, Jokowi akan bertolak ke Bundaran Hotel Indonesia dan akan menuju Istana Negara dalam apa yang disebut Kirab Budaya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026