
KMP Diharap Tetap Solid Jadi Kekuatan Penyeimbang

Jakarta, (Antara) - Anggota Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof Nanat Fatah Natsir mengatakan pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pasti tetap berharap Koalisi Merah Putih (KMP) yang mereka motori tetap solid menjadi kekuatan penyeimbang. "Pendukung Prabowo-Hatta akan tetap menagih janji bahwa KMP akan menjadi kekuatan penyeimbang. Hal ini harus segera dirumuskan agar para pendukung tidak kecewa," kata Nanat Fatah Natsir dihubungi di Jakarta, Senin. Mantan Rektor UIN Bandung itu berharap pertemuan Jokowi dengan Prabowo dan Hatta secara terpisah, tidak membuat pasangan tersebut meninggalkan semangat untuk menjadi kekuatan penyeimbang di luar pemerintahan. "Jadi setelah bertemu Jokowi, Prabowo-Hatta jangan surut bahkan diam. Harus maju terus menjadi penyeimbang," tutur Direktur Institut Madani Nusantara itu. Di sisi lain, Nanat menilai kehadiran Prabowo-Hatta dalam pelantikan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden dalam Sidang Paripurna MPR sebagai hal yang baik. Nanat berharap kehadiran pesaing dalam pelantikan presiden terpilih bisa menjadi tradisi dalam demokrasi di Indonesia. "Kehadiran Prabowo-Hatta dalam pelantikan Jokowi-JK sangat bagus bagi tradisi demokrasi Indonesia. Prabowo-Hatta menunjukkan sikap sebagai seorang negarawan," katanya. Jokowi-JK resmi menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia setelah dilantik melalui Sidang Paripurna MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Prabowo-Hatta ikut hadir dalam sidang tersebut. Pelantikan tersebut dihadiri mantan presiden dan wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, mantan presiden BJ Habibie dan Megawati Soekarnoputri, mantan wakil presiden Try Sutrisno dan Hamzah Haz serta pimpinan partai politik dan sejumlah pimpinan negara-negara sahabat. Dalam pidato pertamanya sebagai presiden, Jokowi sempat menyampaikan rasa hormat kepada Prabowo yang dia sebut sebagai sahabat terbaik. Pelantikan Jokowi-JK itu juga menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya presiden yang digantikan oleh presiden terpilih hadir dalam acara tersebut. Dalam Sidang Paripurna MPR, Jokowi duduk bersisian dengan Susilo Bambang Yudhoyono dan JK bersebelahan dengan Boediono. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
