Logo Header Antaranews Sumbar

Pasar Saham Utama Eropa Bangkit Dari Kerugian Besar

Kamis, 16 Oktober 2014 16:27 WIB
Image Print

London, (Antara/AFP) - Pasar-pasar saham utama Eropa naik pada awal perdagangan Kamis, bangkit dari penurunan tajam pada Rabu yang dipicu oleh kekhawatiran mendalam atas perekonomian global. Indeks FTSE 100 di London menguat 1,04 persen menjadi6.276,04 poin, indeks DAX 30 di Frankfurt naik 0,60 persen menjadi 8.623,28 poin dan indeks CAC 40 di Paris naik 0,73 persen menjadi 3.968,41 poin dibandingkan dengan tingkat penutupan Rabu. Pasar obligasi zona euro stabil setelah pelarian ke aset-aset yang dirasakan aman, terutama untuk obligasi Jerman dan Prancis, yang telah mendorong turun imbal hasil (yield) atau suku bunga pinjaman pada instrumen ini ke tingkat rekor rendah. Beberapa investor menghindari risiko "dan ini tidak mungkin berubah dalam jangka pendek", kata ahli strategi BNP Paribas Bank di Paris "Konteks ekonomi terus memburuk dan prospek inflasi turun tajam," kata mereka. Imbal hasil pada patokan surat utang 10-tahun Jerman naik tipis menjadi 0,785 persen dari 0,756 persen pada penutupan perdagangan di pasar untuk obligasi yang ada pada Rabu, dan imbal hasil pada obligasi 10-tahun Prancis menguat menjadi 1,159 persen dari 1,132 persen. Imbal hasil utang yang diterbitkan oleh sebagian besar negara di wilayah selatan zona euro, masih esetelah krisis utang zona euro, telah menguat di tengah kegelisahan pada Rabu, dan tren ini berlanjut namun kurang tajam pada Kamis. Pasar dunia telah jatuh pada Rabu, karena data baru AS menggarisbawahi keadaan rapuh ekonomi global, mengirimkan bursa utama Eropa turun ke posisi terendah yang tidak terlihat dalam setahun. Aksi jual sengit berlanjut di Asia pada Kamis, dipimpin oleh Tokyo, karena data AS yang mengecewakan memicu kekhawatiran bahwa efek dari perlambatan di Tiongkok, Eropa dan Jepang sedang dirasakan di Amerika Serikat. Departemen Perdagangan melaporkan penjualan ritel AS turun 0,3 persen pada September, penurunan pertama dalam tujuh bulan, meningkatkan kekhawatiran baru atas ekonomi Amerika. Sentimen juga terguncang pada minggu ini oleh kekhawatiran investor yang sedang berlangsung atas penurunan harga minyak dunia, dan juga atas epidemi Ebola, kata para dealer. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026