Logo Header Antaranews Sumbar

Afghanistan Tangkap Dua Komandan Gerilyawan Haqqani

Kamis, 16 Oktober 2014 16:10 WIB
Image Print

Kabul, (Antara/AFP) - Pasukan keamanan Afghanistan, Kamis, mengatakan menangkap dua pemimpin penting jaringan Haqqani, kelompok garis keras di belakang serangan terhadap pasukan Afghanistan dan NATO. Anas Haqqani, putra pendiri jaringan itu, Jalaluddin Haqqani, ditangkap pada Selasa malam bersama dengan Hafiz Rashid, komandan lain, oleh Direktorat Keamanan Nasional (MDS), badan intelijen Afghanistan, kata pejabat. "Kami mengharapkan kedua komandan yang ditangkap ini mempengaruhi langsung pada jaringan itu dan pusat komando mereka," kata juru bicara MDS Haseeb Sediqi kepada AFP. Anas memegang peran penting dalam "membuat keputusan strategis" jaringan itu dan sering pergi ke negara-negara Teluk untu memperoleh dana, kata Sediqi. Kelomok Haqqani dituduh melakukan serangan-serangan spektakular pada target-target penting Afghanistan dan di Afghanistan serta penculikan-penculikan dan pembunuhan-pembnuhan. Jaringan Haqqani didirikan oleh Jalaluddin Haqqani -seorang pemimpin gerilyawan Afghanistan dibiayai Amerika Serikat untuk memerangi pasukan Sovyet di Afghanistan tahun 1980-an. Kini dalam usianya 70 tahunan dan lemah, ia tinggal bersama keluarganya di Pakistan. Pada tahun 1980-an Jalaluddin dekat dengan CIA (Badan Intelijen Pusat AS) dan intelijen Pakistan. Ia bergabung dengan Taliban setelah mereka berkuasa di Kabul tahun 1996, menjadi seorang menteri kabinet dibawah pemimpin tertinggi milisi itu Mullah Muhammad Omar. Ketika pasukan Amerika Serikat tiba setelah serangan 11 September, Haqqani mengungsi ke di distrik suku Waziristan Utara Pakistan menjadi salah seorang dari para komandan pertama anti-AS di daerah-darah perbatasan. Ia memiliki pangkalan-pangkalan pelatihaan di Afghanistan timur dan dekat dengan Al Qaida. Para petempurnya akif di sepanjang Afganistan timur dan tengara dan di ibu kota Kabul. Jaringan itu adalah paling kuat secara militer dari faksi-faksi Taliban Afghanistan dan beroperasi secara bebas tetapi tetap setia pada Mulah Omar. Para pria bersenjata yang tidak dikenal menyerang dan membunuh Nasiruddin Haqqani, kepala pencari dana kelompok itu dan putra dari pendirinya, di pinggiran Islamabad tahun lalu. Satu serangan bom mobil yang menewaskan lebih dari 40 orang di distrk Urgun Provinsi Paktika, Afghanistan, Juli dituduh dilakukan jaringan Haqqani. Banyak anggota penting Haqqani diperkirakan telah lari ke Afghanistan pada Juni ketika tentara Pakistan melancarkan satu operasi besar-besaran terhadap gerilyawan di Waziristan Utara. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026