Logo Header Antaranews Sumbar

Sumbar Kampanye Cinta Produk Indonesia Hadapi MEA

Selasa, 14 Oktober 2014 18:54 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengajak masyarakat daerah itu untuk melakukan kampanye "Cinta Produk Indonesia" dalam menghadapi MEA 2015. "Dalam menghadapi MEA 2015, kita perlu bersama-sama melakukan sosialisasi untuk menggunakan produk dalam negeri dengan kampanye Cinta Produk Indonesia. Ini sangat penting dimana Indonesia sendiri karena akan menjadi pasar bagi produsen dari 11 negara ASEAN di MEA nanti," kata Kepala Bidang (Kabid) PUMKM Diskoperindag Sumbar Desmadi Idrus di Padang, Selasa. Ia menjelaskan, Disperindag sendiri telah melakukan kampanye tersebut dengan menyebarkan brosur Cinta Produk Indonesia kepada masyarakat di tempat-tempat perbelanjaan, dan tempat yang sering dikunjungi secara kontinyu. "Tidak hanya penyebaran brosur, kami juga melakukan upaya sosialisasi dengan menjelaskan kualitas maupun pemanfaatan penggunaan produk Indonesia kepada masyarakat Minang," katanya. Ia juga mengatakan, saat ini terdapat beberapa produk UMKM unggulan Sumbar yang siap bersaing di pasar MEA. Antara lain produk makanan olahan yang terdiri atas aneka keripik, handicraft, songket, bordir, sulaman, dan kopi kawa. "Juga produk industri, seperti sepatu dan tas kulit termasuk ke dalam produk unggulan Sumbar yang siap dipasarkan di MEA nanti," katanya. Disinggung akan kendala yang dihadapi oleh UKM Sumbar di MEA 2015, ia mengakui masih banyak kendala yang dihadapi termasuk pada pendaftaran merek dagang serta merek halal. Ia mengatakan saat ini ada 25 UMKM binaan Diskoperindag Sumbar yang baru didaftarkan merek dagangnya ke Kemenkumham dan merek halal ke MUI dan BPOM. "Ya, kita telah mengupayakan untuk memfasilitasi UKM binaan kami agar merek mereka terdaftar dan dinyatakan halal produknya. Sejauh ini sudah pada taraf masuk bahan-bahannya ke instansi terkait, kami tinggal menunggu hasilnya," katanya. Ia mengatakan sejumlah persiapan lainnya untuk menghadapi MEA 2015, dimana salah satunya Diskoperindag Sumbar telah memfasilitasi para penggrajin songket agar bisa bekerja sama dengan para desain lokal untuk menghasilkan produk songket baru yang inovatif dan kreartif. "Songket selama ini hanya dikenal sebagai kain yang dipakaikan saat upacara adat saja. Namun ditangan para pendesain nantinya, songket-songket tersebut dapat berubah menjadi pakaian jadi yang bisa langsung dikenakan, dengan tidak meninggalkan ciri khasnya," katanya. Ia meyakini bahwa daya saing UKM Sumbar dinilai siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Ditambah lagi dengan berbagai macam upaya yang dilakukan Diskoperindag dalam mendukung UKM Sumbar untuk bisa berkembang dan tumbuh. (*/cpw)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026