Logo Header Antaranews Sumbar

Hadiah Raja Maroko Kepada Soekarno Masih Berlaku

Senin, 13 Oktober 2014 14:07 WIB
Image Print
Minister Consuler Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Rabat Maroko, Tanti Widyastuti.

Padang, (Antara) - Hadiah dari Raja Kerajaan Maroko pada 1960, Mohammed V untuk Presiden RI pertama Soekarno berupa pembebasan visa bagi warga Indonesia yang berkunjung ke Maroko, masih berlaku hingga saat ini. Minister Consuler Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Rabat Maroko, Tanti Widyastuti di Padang, Senin, mengatakan sampai sekarang warga Indonesia yang berkunjung ke Maroko dibebaskan dari visa selama tiga bulan. "Ini merupakan bukti kedekatan hubungan antara Maroko dengan Indonesia yang telah terjalin sejak lama," kata dia. Bahkan menurut dia, di ibu kota Maroko, Rabat hingga saat ini masih ada jalan yang mengambil nama Presiden Soekarno. Jalan itu "sharia Al-Rais Ahmed Soekarno" yang sekarang terkenal dengan nama Rue Soekarno yang berdekatan dengan kantor pos pusat Maroko. "Nama jalan tersebut diresmikan sendiri oleh Bung Karno bersama Raja Muhammad V saat berkunjung ke Maroko pada 02 Mei 1960," kata Tanti. Dia mengatakan, hubungan yang terjalin dengan baik itu sangat sayang jika tidak ditingkatkan ada hubungan di bidang lain seperti perdagangan maupun pendidikan. "Hubungan diplomatik yang bagus ini bisa diperkuat lagi dengan kerjasama di berbagai bidang yang menguntungkan dua negara,"kata dia. Menurut dia, adanya kesepakatan kota kembar antara Sumatera Barat, Indonesia dengan Fes Boulmane, Maroko yang ditandatangani oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Dewan Daerah Fes Boulmane Lahsen Rafie, Sabtu (11/10) akan mempermudah jalinan kerjasama antara dua daerah. Dia mengatakan, Duta Besar RI untuk Maroko, Tosari Widjaya sangat mendukung hubungan kerjasama di berbagai bidang antara Indonesia dan Maroko. "Duta besar juga mendorong pertemuan antara pengusaha dua negara agar kerjasama perdagangan bisa terwujud," kata dia. Pertemuan bisnis antara pengusaha Sumatera Barat, Indonesia dan Maroko dilakukan di salah satu hotel berbintang di Padang, Senin (13/10). Pertemuan itu dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Barat, Rahmat Syahni. (**/mko)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026