Logo Header Antaranews Sumbar

Sekjen PBB Prihatin Mengenai Ketegangan di Kashmir

Jumat, 10 Oktober 2014 10:46 WIB
Image Print

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada Kamis (9/10) menyampaikan keprihatinannya mengenai peningkatan kerusuhan baru-baru ini antara India dan Pakistan dan perbatasan internasional di Kashmir. "Ia mencela hilangnya nyawa dan terusirnya warga sipil di kedua pihak," kata satu pernyataan yang dikeluarkan di Markas PBB, New York, oleh juru bicara Ban, sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat. Ban mendorong pemerintah India dan Pakistan agar menyelesaikan silang pendapat mereka melalui dialog dan "terlibat secara konstruktif dalam menemukan penyelesaian jangka-panjang bagi perdamaian dan kestabilan di Kashmir". Bentrokan kecil-kecilan antara tentara India dan Pakistan di perbatasan internasional di Kashmir berlanjut pada Kamis (9/10). Kedua pihak saling tuding mengenai pihak yang pertama kali melepaskan tembakan tanpa provokasi dan menjadikan daerah sipil secara sasaran serangan. Ketegangan telah meningkat di sepanjang perbatasan internasional dan Jalur Pemantauan (LoC) antara wilayah Kashmir yang dikuasai India dan Pakistan, sementara New Delhi melaporkan penembakan dan pemboman baru pada Rabu (8/10). Sementara itu, India telah mengesampingkan pertemuan dengan pemimpin Pakistan sampai penembakan di perbatasan berhenti, kata media lokal. Para pejabat India mengatakan tembakan oleh tentara Pakistan sejauh ini telah menewaskan delapan orang dan melukai lebih dari 75 orang lagi sejak awal Oktober. Selain itu, hampir 20.000 yang tinggal di dekat perbatasan dilaporkan telah pindah ke tempat yang lebih aman setelah baku-tembak berkecamuk sengit di wilayah tersebut. Kashmir, Wilayah Himalaya yang terpecah antara India dan Pakistan, diklaim secara penuh oleh kedua negara bertetangga di Asia Selatan tersebut. Sejak kemerdekaan mereka dari Inggris, kedua negara itu telah terlibat tiga pertempuran, dua mengenai masalah Kashmir. Bentrokan selama satu pekan di Kashmir beresiko meningkat jadi perang berskala kecil dan pupusnya kesepakatan gencatan senjata 2003 antara New Delhi dan Islamabat, kata banyak pengulas. Dalam pemboman paling akhir oleh pasukan Pakistan di perbatasan, dua perempuan telah tewas dan 11 orang lagi telah cedera saat tentara Pakistan menyerang 50 pos depan keamanan dan puluhan desa dengan menggunakan bom mortir pada malam hari di sepanjang 192 kilometer perbatasan internasional di Kashmir, kata stasiun TV India. Pemerintah India telah memperingatkan Pakistan bahwa "keadaan telah berubah" dalam Pemerintah BJP India di bawah Perdana Menteri Narendra Modi dan New Delhi takkan lagi membiarkan setiap dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Pakistan. India menyatakan pasukannya menewaskan 15 warga sipil di wilayah Pakistan di perbatasan pada Selasa (7/10). Delapan-belas gerilyawan juga tewas oleh pasukan India setelah mereka diduga menyusup ke dalam wilayah India di Kashmir pada hari yang sama, kata pasukan keamanan India. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026