
Ledakan Jalanan Tewaskan Bocah di Sinai, Mesir

Kairo, (Antara/AFP) - Ledakan bom jalanan pada Senin menewaskan seorang anak lelaki 13 tahun di Sinai utara, tempat pasukan keamanan Mesir sering berbenturan dengan pejuang, kata pejabat keamanan. Ledakan itu terjadi di kota Sheikh Zuweid ketika remaja itu menemukan peledak tersebut, yang ditanam di jalan dengan kemungkinan sasaran ronda keamanan, kata pejabat. Pejuang sering menyerang pasukan keamanan di Sinai dan kota lain Mesir sejak tentara menggulingkan Presiden Mohamed Morsi pada Juli 2013. Polisi dan tentara melancarkan gerakan besar-besaran di Sinai untuk menghancurkan pejuang garis keras, yang menewaskan sejumlah di antaranya. Tentara Mesir membunuh seorang komandan lapangan Ansar Bayt al-Maqdis, kelompok gerilyawan paling berbahaya di negara itu, dalam bentrokan pada Kamis di semenanjung bergolak Sinai, kata sumber keamanan. Mohamed Abu Shatiya, di antara pejuang di balik penculikan tujuh tentara Mesir di Sinai pada tahun lalu, meninggal dalam pertempuran dengan tentara di selatan Rafah, perbatasan dengan Gaza. Dua ton bahan peledak disita dari dekat terowongan, yang menghubungkan Sinai dengan Gaza, saat kejadian itu, kata mereka. Ansar Bayt al-Maqdis, yang berpangkalan di Sinai, menewaskan ratusan tentara dan polisi Mesir selama setahun belakangan dan mengayau beberapa orang dalam beberapa pekan terakhir, dengan menyebut mereka mata-mata untuk sandi Israel. Pertumpahan darah itu menunjukkan kelompok tersebut, yang berusaha menggulingkan pemerintah, menjadi lebih radikal. Pejabat keamanan Mesir mengatakan Ansar Bayt al-Maqdis memiliki hubungan dengan Alqaida cabang Negara Islam (IS), yang disasar serangan udara di Irak dan Suriah oleh sekutu pimpinan Amerika Serikat, setelah menyapu wilayah perbatasan dan mereka nyatakan sebagai kekhalifahan. Mereka juga menyoroti yang mereka katakan hubungan pejuang di Libya dan Mesir dan Negara Islam, serta mengatakan bahwa pejuang Mesir bermarkas di Libya memimpikan membentuk kekhalifahan di tanah air mereka. Negara Islam mendesak maju dengan serangan terhadap pasukan keamanan dan mengayau mereka. Dalam beberapa gerakan, tentara Mesir berjuang mengatasi Ansar dan kelompok pejuang lain. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
