
Iran Peringatkan Turki Tidak Tingkatkan Ketegangan di Kawasan

Teheran, (ANTARA/AFP) - Iran memperingatkan Turki, Kamis tidak melakukan tindakan apapun yang dapat meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah, setelah parlemen di Ankara menyetujui intervensi militer di Suriah dan Irak. Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif yang berbicara melalui telepon dengan Menlu Turki Meclut Cavusoglu "mengeritik metode yang memilih untuk memerangi terorisme, menyatakan cemas tindakan itu bisa memperburuk situasi," kata kantor berita IRNA. "Dalam situasi sekarang, negara-negara di kawasan itu harus bertindak dengan bertanggung jawab dan menghindari masalah-masalah yang dapat memperburuk situasi," tambahnya. Pada Kamis pagi, para anggota parlemen Turki setuju mengizinkan penggunaan angkatan bersenjata menghadapi kelompok garis keras ISIS di Suriah dan Irak, kedua negara itu berbatasan dengan Turki. Akan tetapi, mandat setahun sangat luas lingkupannya dan Turki sama sekali tidak akan mengirim pasukan ke Suriah dan Irak. Pemerintah telah mengatakan pihaknya akan memutuskan langkah-langkah konkret setelah memperoleh wewenang, dengan banyak pengamat memperkirkan satu pendekatan yang hati-hati. Iran mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang lebih dari tiga tahun di Suriah, sementara Turki mendukung pemberontak yang berusaha menggulingkannya. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
