Logo Header Antaranews Sumbar

Pasien Ebola Diterbangkan ke Jerman untuk Perawatan

Jumat, 3 Oktober 2014 06:47 WIB
Image Print

Frankfurt, (Antara/Reuters) - Seorang pasien menderita Ebola akan tiba di kota Jerman Frankfurt untuk pengobatan di stasiun isolasi di University Hospital kota itu, kata juru bicara untuk klinik tersebut Kamis. "University Hospital di Frankfurt mengharapkan kedatangan pasien Ebola itu tiba pada 3 Oktober - namun tidak ada rincian lainnya yang tersedia, "kata jurubicara itu. Media Jerman mengatakan, pasien tersebut adalah dokter Belgia yang bekerja di Sierra Leone, dan pihak yang berwenang tidak akan mengkonfirmasi. Menteri kesehatan negara Hesse, Stefan Gruettner, akanmengadakan konferensi pers pada Jumat di ibu kota negara bagianWiesbaden untuk membahas kasus ini, menurut pernyataan pers. Hal ini juga tidak memiliki rincian lebih lanjut. Sementara itu Amerika Serikat menyatakan sedang membahaskemungkinan penggunaan obat percobaan atau plasma darah dariseorang pasien Ebola yang telah sembuh sebagai pengobatan yang potensial untuk pasien di Texas yang didiagnosis Ebola, kata seorang pejabat tinggi kesehatan Selasa. Dr Thomas Frieden, direktur Pusat untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mengatakan hal itu sebagai konfirmasi kasus pertama untuk didiagnosis di Amerika Serikat. Pasien pertama didiagnosis Ebola di Amerika Serikat pada awalnya mencari pengobatan enam hari setelah tiba di negara itu, yang berpotensi mengekspos "segelintir" anggota keluarga dan orang lain karena virus tersebut, kata seorang pejabat tinggi kesehatan AS Selasa. Dr Thomas Frieden, direktur Pusat untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, mengatakan ia tidak ragu bahwa pihak yang berwenang kesehatan daerah dan federal dapat mencegah penyebaran potensi virus mematikan di negara itu. "Memang mungkin seseorang yang memiliki kontak dengan individu ini dapat mengembangkan Ebola dalam beberapa pekan mendatang," kata Frieden dalam konferensi pers. "Tetapi saya tidak ragu kami akan menghentikan (virus) ini dijalurnya di Amerika Serikat." Pasien itu dirawat di rumah sakit Dallas, Minggu, setelah perjalanan dari Liberia, salah satu negara tercatat paling terburuk terpukul oleh wabah Ebola. Sementara itu menurut AFP Amerika Serikat akan mengirim lebih dari seribu tentara ke Liberia dalam beberapa pekan mendatang sebagai bagian dari upaya Washington untuk melawan wabah Ebola di Afrika barat, kata Pentagon Selasa. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026