Logo Header Antaranews Sumbar

Kolombia Tangkap 33 Tentara Terkait Kematian Warga Sipil

Jumat, 3 Oktober 2014 06:21 WIB
Image Print

Bogota, (Antara/AFP) - Tiga puluh tiga tentara Kolombia telahditangkap sehubungan dengan penembakan mati seorang warga sipil, kata kantor umum pengacara Kamis. Para prajurit - seorang letnan, dua bintara dan 30 tamtama semua pria - berada di bawah penyelidikan karena "mereka melindungi orang yang terlibat pembunuhan" dan "penyembunyian, perubahan atau perusakan barang bukti," katanya dalam satu pernyataan. Mereka telah ditahan di satu tempat di pangkalan militer di Cali, Kolombia, sambil menunggu hasil penyelidikan, katanya. Penangkapan berasal dari satu insiden pada akhir pekan lalu di mana tentara di pos pemeriksaan militer di daerah pedesaan bagian barat Cauca menembak dan membunuh John Medina, seorang warga sipil. Tentara mengakui awal pekan ini penembakan itu adalah "kesalahan militer." Dikatakan tentara di pos pemeriksaan berada dalam keadaan siaga tinggi terhadap gerilyawan di wilayah itu ketika mereka menembaki "beberapa pengendara sepeda motor," membunuh Medina. Dalam beberapa tahun terakhir, puluhan tentara Kolombia telah dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk eksekusi di luar hukum terhadap warga sipil, yang dalam beberapa kasus, tentara tampaknya telah berupaya membuat gerilyawan tewas dalam pertempuran dalam rangka mendapatkan promosi. Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia, atau FARC, juga memiliki kehadiran besar di Cauca, dan telah melakukan serangan-serangan dengan bahan peledak yang telah menewaskan puluhan warga sipil, serta prajurit. FARC, kelompok gerilyawan terbesar dan tertua di Kolombia, telah melakukan pembicaraan perdamaian dengan pemerintah Presiden Juan Manuel Santos sejak November 2012. Lebih dari 220.000 orang telah tewas selama 50 tahun perangmelibatkan gerilyawan sayap kiri, paramiliter sayap kanan, kelompok perdagangan narkobadan militer Kolombia. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026