Logo Header Antaranews Sumbar

Militer AS akan Perluas Misi Ebola di Liberia

Selasa, 30 September 2014 07:32 WIB
Image Print

Monrovia, (Antara/Reuters) - Pihak militer Amerika Serikat berencana untuk memperluas misi kemanusiaan di Liberia untuk membantu negara Afrika Barat tersebut menangani penyebaran virus Ebola, demikian Mayor Jenderal Darryl Williams mengatakan Senin. Washington tengah mengirim sekitar 3.000 tentara ke wilayah Afrika Barat untuk membangun pusat perawatan dan melatih petugas medis lokal. Setengah dari jumlah tentara tersebut ditempatkan di Liberia, sementara sisanya berada di negara sekitar untuk menyediakan dukungan logistik. "Ini adalah persoalan penting yang membutuhkan kecepatan bertindak. Anda akan menyaksikan dengan segera pasukan berdatangan di sini," kata Williams di ibu kota Liberia, Monrovia. "Saya mempunyai 175 tentara ditambah 30 lainnya yang tengah berada di negara lain untuk menyiapkan persyaratan logistik penerbangan pasukan ke negara ini," kata dia. Williams mengatakan bahwa Amerika Serikat berencana untuk membangun 17 pusat perawatan di berbagai wilayah Liberia. Sampai saat ini, setidaknya 3.091 orang tewas akibat Ebola di kawasan Afrika Barat. Di Liberia sendiri, angka kematian akibat virus tersebut telah mencapai 1.830, atau tiga kali lebih banyak dibanding Guinea atau Sierra Leone. Di sisi lain, wabah Ebola juga menghambat perkembangan sektor kesehatan yang sebelumnya masih kesulitan menghadapi tantangan paska-perang saudara. Wabah itu menginfeksi 375 petugas medis dan menewaskan 211 di antaranya. Bahkan wakil menteri kesehatan Liberia, Bernice Dahn, terpaksa harus menjalani proses karantina sepanjang akhir pekan lalu sebagai upaya pencegahan setelah salah satu orang terdekatnya meninggal karena Ebola. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Monrovia pada Senin mengatakan bahwa pembangunan pusat perawatan untuk petugas kesehatan telah dimulai di daerah setingkat kabupaten Margibi dan dijadwalkan selesai dalam beberpa pekan mendatang. "Pembangunan fasilitas itu dimaksudkan untuk menyediakan perawatan berstandar tinggi, sehingga saat para petugas terkena resiko infeksi, mereka mempunyai tempat untuk dirawat," kata Duta Besar Amerika Serikat untuk Liberia, Deborah Malac. "Kami akan menempatkan sekitar 65 petugas kesehatan di rumah sakit itu," kata dia. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat pada Kamis lalu mendesak agar negara-negara lain turut membantu Afrika Barat karena ratusan ribu nyawa di kawasan tersebut terancam. Selain Amerika Serikat, sejumlah negara lain yang membantu penanganan Ebola adalah Inggris, Prancis, Tiongkok, dan Kuba. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026