Logo Header Antaranews Sumbar

Pasukan Pemberontak Suriah Perlukan 12.000-15.000 Personil

Sabtu, 27 September 2014 13:48 WIB
Image Print

Washington, (Antara/AFP) - Pasukan pemberontak Suriah akan memerlukan 12.000-15.000 personil untuk mengalahkan para pejuang Negara Islam (IS) di timur negara itu, tiga kali jumlah petempur yang akan dilatih oleh Amerika Serikat, kata pejabat tinggi militer AS Jumat. Dalam menyampaikan perkiraan, Jenderal Martin Dempsey, ketua Kepala Staf Gabungan AS, mengatakan bahwa membangun kekuatan pemberontak yang layak di lapangan akan menjadi bagian penting dari mendorong kembali kelompok IS di Suriah - tetapi juga memperingatkan itu akan memerlukan waktu dan kesabaran. "Kami sudah perkiraan mana saja dari 12.000 sampai 15.000 itu adalah apa yang kita percaya mereka bisa merebut kembali wilayah yang hilang di Suriah timur," kata Dempsey pada konferensi pers di Pentagon. Namun dia mengatakan rencana saat ini untuk merekrut 5.000 orang untuk dilatih dan dipersenjatai oleh para instruktur Amerika tidak pernah dimaksudkan untuk mewakili pembentukan jumlah "moderat" pasukan pemberontak. "Lima ribu tidak pernah bisa mengakhiri negara ...," katanya. Ini adalah pertama kalinya Washington telah menempatkan jumlah mengenai seberapa besar kekuatan pemberontak mungkin diperlukan untuk mendesak kembali para ekstremis IS di Suriah. Jenderal itu mengatakan, mengalahkan kelompok IS akan mengambil banyak dari kekuatan udara dan bahwa "komponen dasar" merupakan aspek penting dari kampanye pimpinan AS. "Kami percaya jalan untuk mengembangkan itu adalah oposisi moderat di Suriah," katanya. Jenderal itu mengatakan ia "yakin" upaya pelatihan akan berhasiltetapi memohon kesabaran. "Kita harus melakukannya dengan benar. Tidak buru-buru," katanya. Kongres AS pekan lalu menyetujui rencana Presiden Barack Obama untuk melatih dan melengkapi hingga 5.000 anggota prajurit pemberontak "moderat", dan Arab Saudi telah menawarkan untuk menjadi tuan rumah bagi pelatihan tersebut. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026