
Menpora Buka Peringatan Titik Kulminasi di Bonjol

Bonjol, (Antara) - Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, membuka peringatan titik kulminasi atau hari tanpa bayangan di halaman museum Tuanku Imam Bonjol, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman. "Tidak semua daerah di Indonesia ini dilewati oleh garis khatulistiwa, dimana daerah ini merupakan salah satu dari lima daerah yang dilintasi khatulistiwa di Indonesia, dan di sini merupakan puncak kegiatan yang kita lakukan, dalam rangkaian kegiatan pemuda khatulistiwa," kata Roy. Ia menambahkan, kegiatan Lintas Khatulistiwa adalah salah satu kegiatan yang diprakarsai Kemenpora untuk menggali dan memahami sejarah terhadap daerah-daerah yang dilintasi oleh garis Khatulistiwa. Menpora juga menjelaskan, peringatan kulminasi di Bonjol menjadi puncaknya, karena pada 23 September merupakan satu dari dua tanggal dimana matahari melintas khatulistiwa, pertama 23 Maret yang melintas dari selatan ke utara, dan sekarang dari utara ke selatan. Roy Suryo mengatakan, hanya 13 negara di dunia dilintasi garis khatulistiwa, sementara di Indonesia, ada lima daerah yakni Raja Ampat, Halmahera, Pontianak, Parigi Moutung dan terakhir di Bonjol, Sumatera Barat. "Hari ini juga tepat pada saat umat Hindu Bali, merayakan tilem keenam yakni bulan sama sekali tidak kelihatan di malam hari, secara astronomi, matahari bulan dan bumi berada di satu garis lurus," jelasnya. Menpora berharap dengan peringatan kulminasi ini, pemuda dan penggiat olah raga di Indonesia, dapat mengambil semangat Imam Bonjol, pantang menyerah, dan memiliki rasa cinta tanah air yang kuat. Sehubungan dengan itu, Mempora juga mengharapkan masyarakat dapat terus mempromosikan daerah itu, dimana salah satu daya tarik fenomena alam yang luar biasa, saat bayangan hilang, dapat menjadi salah satu yang menarik untuk di ekspos. Dalam peringatan puncak kulminasi di Bonjol tersebut, Monpora bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, Bupati Pasaman Benny Utama, ikut melintasi garis khatulistiwa di Bonjol, dimana bayangan mereka tidak terlihat, tepat sekitar pukul 12.00 WIB. Sementara itu, Bupati Pasaman, Benny Utama, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan Lintas Khatulistiwa Pemuda 2014, apalagi dilakukan tepat pada peringatan titik kulminasi matahari yang terjadi dua tahun sekali. Bupati meminta, fenomena alam luar biasa itu hendaknya tidak sekadar acara seremonial saja. Tetapi, terus dilakukan upaya menggali dan mengkaji lebih dalam terjadinya fenomena alam tersebut. Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno apresiasi atas dipilihnya Bonjol, dan mengharapkan Menpora dapat menindaklanjuti rencana pembangunan Sains Centre di Bonjol. "Kegiatan ini akan berdampak positif bagi kemajuan pariwisata, pertumbuhan ekonomi serta sektor lainnya di daerah ini, tentunya Sumatera Barat," kata Irwan. (*/eko)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
