
Bom Mali Meledak Tewaskan Lima Penjaga Perdamaian Chad

Bamako, (Antara/AFP) - Lima penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa dari Chad Kamis tewas ketika truk mereka melaju menabrak sebuah ranjau di Mali, menjadikan bayangan atas pembicaraan damai antara negara dan pemberontak milisi Afrika barat itu. Serangan terjadi setelah dimulainya kembali perundingan antara pemerintah Mali dan enam kelompok pemberontak bersenjata di ibu kota Aljazair, bertujuan untuk merebut kesepakatan damai di negara yang terpecah-belah itu. "Kami kehilangan lima kawan hari ini di utara menuju ke Aguelhok. Kendaraan mereka menabrak sebuah alat peledak. Ini mengerikan," kata seorang perwira militer Chad, yang menambahkan bahwa empat tentara Chad jug terluka. Tentara Mali mengkonfirmasi kematian itu, mengutuk "provokasi baruteroris" yang katanya telah terjadi saat upacara untuk mengenang tentara terbunuh oleh ranjau yang berlangsung di Aguelhok, 150 kilometer (90 mil) perbatasan selatan Aljazair, di wilayah Kidal yang bergolak. Insiden itu terjadi hanya dua pekan setelah empat tentara Chad tewas ketika mereka menginjak sebuah ranjau juga di Kidal. Tercabik-cabik oleh persaingan etnis, pemberontakan dan gerilyawan Tuareg di gurun pasir yang luas di utara, Mali telah berjuang untuk stabilitas dan perdamaian sejak kudeta militer tahun 2012. Pemerintah Bamako dan berbagai kelompok pemberontak, sebagian besar Tuareg tetapi juga termasuk organisasi Arab, sedang mencari untuk menyelesaikan berusia puluhan tahun konflikyang menciptakan kekosongan kekuasaan di utara gurun yang dieksploitasi oleh Al-Qaeda. Gerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad (MNLA) dan Dewan Tertinggi Dewan Kesatuan Azawad (HCUA) telah meluncurkan empat pemberontakan sejak tahun 1962, untuk melawan tentara Mali atas wilayah yang mereka klaim sebagai tanah air mereka dan Tuaregsebut Azawad. Sejak Presiden Ibrahim Boubacar Keita berkuasa negosiasi tahun lalu telah terhenti dan Mali utara telah melihat lonjakan dalam kekerasan oleh Islam dan militan separatis. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
