Logo Header Antaranews Sumbar

Dinkes Agam Siapkan 130.000 Masker Antisipasi Ispa

Kamis, 18 September 2014 19:58 WIB
Image Print
Masker (ilustrasi)

Lubukbasung, (Antara) - Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyiapkan sebanyak 130.000 masker untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).Kepala Bidang Promosi dan Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Yulhendri di Lubukbasung, Kamis, mengatakan 130.000 lembar masker tersebut sudah didistribusikan ke 22 Puskesmas di Kabupaten Agam. Masker ini akan segera dibagikan kepada masyarakat apabila kualitas udara sudah pada tahap membahayakan bagi kesehatan manusia."Kita terus melakukan pemantauan kualitas udara dan apabila sudah membahayakan, maka akan dibagikan kepada masyarakat, terutama pelajar karena mereka rentan mendapatkan penyakit ISPA ini," katanya.Selain meyiapkan masker, Dinkes Agam juga meminta pihak Puskesmas untuk memantau kesehatan masyarakat dan melaporkan ke Dinkes Kabupaten Agam setiap harinya."Kita belum menerima laporan dari Puskesmas terkait warga yang menderita ISPA, setelah kabut asap kiriman dari Provinsi Sumatera Selatan menyelimuti wilayah Sumbar," katanya.Ia mengatakan, kemungkinan ISPA menjangkiti masyarakat Kabupaten Agam mengingat mutu atau kualitas udara yang terus menurun, karena tercemar kabut asap.Dengan kondisi ini, warga disarankan untuk banyak mengkosumsi air putih untuk menetralisir udara di dalam tubuh dan mengurangi aktivitas di luar rumah."Apabila ada warga yang menderita ISPA akibat udara ini, maka semua biaya berobat ditanggung pemerintah," katanya.Saat ini, kualitas udara berdasarkan pantauan alat pengukur kualitas udara atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Stasiun Pemantau Atmosfir Global Bukit Kototabang, masih berada pada 60 polutan standart index (PSI) yang artinya sedang.Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mengimbau kepada warga agar menggunakan masker saat berada di luar ruangan, memperbanyak mengkosumsi air putih.Lalu, mengurangi aktivitas di luar rumah kalau tidak perlu penting, untuk pelajar diminta mengurangi aktivitas di luar sekolah dan tidak melakukan pembakaran lahan di kebun."Ini harus dilakukan masyarakat agar terhindar dari berbagai penyakit," katanya. (**/ari)



Pewarta:
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026