
Polisi Tiongkok Tahan 24 Orang Setelah Protes Anti-Incinerator

Shanghai, (Antara/Reuters) - Polisi Tiongkok menahan 24orang karena mengganggu tatanan sosial selama protes Sabtu terhadap insinerator sampah yang diusulkan di Tiongkok selatan, kata surat kabar China Daily yang dikelola negara. Lebih dari 1.000 warga kota Boluo, di provinsi selatan Guangdong, berdemonstrasi menentang pembangunan fasilitas yang direncanakan, takut bahwa hal itu bisa merusak lingkungan dan berdampak buruk bagi kesehatan, kata surat kabar itu Senin. Beberapa pengunjuk rasa "mengacaukan tatanan sosial masyarakat" dan "menyebabkan kemacetan lalu lintas yang padat", kata koran itu mengutip pernyataan polisi. Polisi akan menangani kasus ini dengan pelanggar hukum diharapkan menyerahkan diri atau informasi mengenai orang lain dalam waktu tiga hari, katanya. Delapan dari mereka yang ditahan kemudian dibebaskan. "Protes itu diselenggarakan oleh segelintir orang dan diikuti oleh orang-orang yang tidak tahu kebenarannya," kata surat kabar itu mengutip pernyataan polisi di daerah itu. Tersedak selimut asap terjadi di banyak kota Tiongkok dandegradasi lingkungan berbahaya di negara itu akibat pertumbuhan ekonomi yang telah membuat marah orang-orang terdidik yang makin meningkat dan kemakmuran penduduk. "Kami khawatir pembangunan pabrik pembakaran sampah akanmerusak lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat," kata koran itu mengutip penduduk Boluo, di kota Huizhou, seperti mereka katakan. Koran itu mengutip pejabat yang mengatakan situs untuk insinerator tersebut belum ditetapkan. Pada Minggu, pejabat pemerintah bertemu dengan sekitar 30 wargadaerah itu untuk membahas proyek dan mendengar pendapat serta saran mereka, kantor berita resmi Xinhua. Sekitar 90.000 "insiden massa" - sebuah eufemisme untuk protes -terjadi setiap tahun di Tiongkok, dipicu oleh korupsi, polusi,perampasan tanah ilegal dan keluhan-keluhan lainnya. Pada Mei, demonstran di Tiongkok timur bentrok dengan polisipada unjuk rasa serupa terhadap rencana membangun insinerator sampah. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
