Logo Header Antaranews Sumbar

Polisi: Masyarakat Jangan Termakan Isu Penculikan Anak

Rabu, 10 September 2014 19:17 WIB
Image Print

Simpang Ampek, (Antara) - Kepala Kepolisian Resor Pasaman Barat AKBP Sofyan Hidayat mengajak masyarakat tidak termakan isu menganai sindikat penculikan anak yang marak di wilayah hukumnya. "Ini sama halnya ketika isu color ijo yang marak beberapa tahun lalu. Itu tidak benar dan persoalan ini perlu diluruskan," katanya di Simpang Ampek, Selasa. Ia menyatakan persolan ini perlu diluruskan karena satu minggu belakangan panik terkait isu maraknya pencurian anak di bawah umur. Setiap warga baru dan tidak dikenal masyarakat curiga bahkan ada yang mengamankannya karena disangka sindikat pencurian anak. "Isu sindikat penculikan anak di Pasaman Barat tidaklah benar dan perlu diluruskan. Kami sudah selidiki isu itu tidak benar," sebutnya. Jajarannya tidak pernah menerima laporan dari masyarakat tentang penculikan anak. Isu tersebut jangan dilebih-lebihkan karena bisa membuat masyarakat panik. Namun, masyarakat juga diimbau agar arif menyikapi isu sindikat penculikan anak ini. Sebelumnya, memang ada laporan masyarakat tentang penculikan anak di Pinaga Kecamatan Talamau. Satu orang perempuan diamankan warga karena dicurigai sindikat penculik anak. "Setelah dibawa ke kantor Polisi ternyata orang ini adalah orang gila. Sehingga isu itu tidaklah benar," katanya. Masyarakat diharapkan tidak terlalu responsif menyikapi isu ini. Kalau ada orang yang dicurigai jangan langsung dicap sindikat penculik anak. "Kalau ada pendatang baru dan tidak dikenal maka segera laporkan ke kepala jorong dan jangan bertindak anarkis," katanya. Selain itu, untuk mengantisipasi isu tersebut maka lebih baik pos ronda diaktifkan disemua kejorongan. Sehingga setiap warga pendatang baru bisa terpantau dan wajib lapor ke pihak kejorongan atau nagari. Pihaknya juga melalui Polsek-Polsek dan Babinkamtibmas akan rutin melakukan patroli baik siang ataupun malam. Hal itu bertujuan agar semua kegiatan warga dapat terpantau. "Jika ada yang dicurigai segera lapor ke pihak jorong nagari atau pihak Kepolisian. Jangan panik dan jangan anarkis," pungkas Kapolres. Isu sindikat penculikan anak di Pasaman Barat marak satu minggu belakangan. Bahkan isu ini menyebar ke media sosial seperti facebook dan lainnya dan mengatakan ada sekitar 50 orang sindikat penculik anak tersebar di Pasaman Barat. Isu itu membuat masyarakat panik berlebihan dan tingkat curiga masyarakat tinggi terutama untuk wilayah Kecamatan Talamau dan Kecamatan Pasaman. (*/alt)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026