
Menpora: Pencak Silat akan Dibawa ke Unesco

Solo, (Antara) - Kemenpora berencana akan membawa pencak silat ke UNESCO sebagai upaya lebih memperkenalkan olahraga tradisional asli Indonesia itu. "Insya Allah pencak silat akan kami bawa ke UNESCO untuk diusulkan menjadi salah satu cabang olahraga," kata Menpora Roy Suryo pada Hari Olah Raga Nasional (Haornas) 2014 di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Selasa. Menurut Menpora pencak silat seharusnya sudah bisa lebih berkembang dipertandingkan di Olimpiade misalnya. "Pencak silat bukan sekadar dipertandingkan di Asian Games saja, tapi juga bisa dipertandingkan di Olimpiade," tambahnya. Sementara menyinggung tentang olahraga asli Nusantara itu, pencak silat dikatakan sangat dekat dengan budaya Jawa Tengah. Dikatakannya, pada masa lalu Jawa Tengah yang memiliki Candi Borobudur sudah menggambarkan bahwa pencak silat sudah dikenal di masyarakat pada saat itu. "Bisa dilihat di candi Borobudur, relief yang ada di Candi Borobudur sudah menggambarkan relief pencak silat, makanya kita harus pertahankan bahwa pencak silat adalah budaya asli Indonesia," katanya. "Meskipun negara lain mengklaim pencak silat adalah milik mereka, tapi sejarah telah membuktikannya, seperti Candi Borobudur yang sudah ada sejak abad ke tujuh itu," tambah Menpora dengan bersemangat. Haornas 2014 yang dihadiri Wakil Presiden Boediono, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo. Pada acara Haornas itu juga dibarengi dengan penandatanganan revitalisasi stadion Sriwedari oleh Menpora didampingi Wali Kota Surakarta. Selain itu juga diadakan pemutaran cuplikan video Haornas 1983 dan PON pertama. Penyerahan penghargaan olahraga oleh Wapres, yang juga menandatangani monumen Olahraga Nasional Stadion Sriwedari, yang disaksikan Menpora dan Gubernur Jateng. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
