Logo Header Antaranews Sumbar

Mentan: Pemerintah Berkomitmen Investasi Penelitian Pertanian

Rabu, 3 September 2014 19:11 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Menteri Pertanian Suswono mengatakan pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan investasi dalam penelitian pertanian terutama dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. "Pasalnya, pembangunan sistem informasi dan komunikasi pertanian merupakan faktor penting untuk suksesnya pembangunan modern, khususnya aspek keamanan produksi pangan yang disebabkan ancaman perubahan iklim serta degradasi lahan dan air," kata Suswono lewat siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Rabu. Dia mencontohkan program pengembangan yang sudah dilakukan. "Salah satu inovasi sistem informasi pertanian adalah Kalender Tanam Terpadu yang sejak lama dikembangkan Badan Litbang. Secara bertahap teknologi tersebut terus dikembangkan dan diintegrasikan seiring perkembangan iptek," kata Mentan. Selain itu, kata Suswono, kementerian telah meresmikan Pusat Nano Teknologi pada Hari Teknologi Nasional ke-19 pada bulan lalu. Kementan juga telah meresmikan Konsorsium Nanoteknologi lewat kerjasamanya dengan IPB, sejumlah perusahaan swasta dan masyarakat nano pertanian. "Investasi dalam bidang penelitian genom juga telah dirintis dengan melengkapi laboratorium untuk analisis genom dan pengembangan molekul marka. Infrastruktur dan SDM Balibang juga terus ditingkatkan kualitasnya," katanya. Sementara itu, dia mengatakan pemerintah telah menerapkan aturan ketat untuk menjamin keamanan produk rekayasa genetik (PRG). Aturan tersebut ditempuh untuk mengatasi kekhawatiran sebagian kalangan terhadap keamanan penggunaan teknologi modern, terutama rekayasa genetik. Sebagai contoh, peraturan pelepasan varietas baru sangat memperhatikan faktor-faktor keamanan dengan membentuk Komisi Keamanan Hayati melalui Peraturan Presiden RI, peraturan penelitian PRG dan peraturan ekspor impor benih untuk penelitian. "Meski PRG direkomendasikan aman untuk pakan, pangan, dan lingkungan, kami tidak akan merekomendasikannya untuk penggunaan secara luas jika hasil dan kualitasnya tidak jauh berbeda dari hasil pemuliaan konvensional," kata dia. Mentan berharap, penelitian bioteknologi pertanian dapat mengamankan kebutuhan terhadap pangan dan enerji saat ini dan masa yang akan datang. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026