Logo Header Antaranews Sumbar

Inggris Dikabarkan Larang Sementara Pegaris Keras Pulang

Senin, 1 September 2014 07:00 WIB
Image Print

London, (Antara/Reuters) - Inggris bisa melarang sementara pegaris keras asal negara itu, yang berperang untuk pejuang di Irak dan Suriah, pulang, kata jaringan berita BBC mengutip sumber pemerintah. Kewarganegaraan orang Inggris terduga terlibat dalam "terorisme" akan tidak akan dicabut, tapi akan dicegah masuk kembali ke negara itu untuk jangka waktu tertentu, kata laporan tersebut. Sumber pemerintah itu menyatakan usulan tersebut salah satu dari beberapa yang dipertimbangkan dan bahwa "rinciannya sedang diselesaikan" dan akan diumumkan oleh Perdana Menteri David Cameron pada Senin. "Sebelumnya, kekuatan kami mencegah pulang ke Inggris diterapkan hanya untuk warga negara asing, warga negara ganda atau warga naturalisasi," kata sumber itu. Pemerintah juga mencari cara lebih mempersulit calon pejuang pergi ke luar negeri dengan membuat lebih mudah pihak berwenang mencabut paspor mereka melalui tambahan kekuatan sita sementara di perbatasan. Cameron pada pekan lalu menyatakan ia akan memberlakukan aturan baru pada Senin untuk lebih mempersulit warga Inggris pergi ke Suriah dan Irak untuk berperang dan untuk mengatasi peradikalan di kalangan 2,7 juta Muslim Inggris. Inggris meningkatkan kesiagaan akan "terorisme" pada Jumat ke tingkat kedua tertinggi -dari lima tingkatan- sesudah Juli 2011, dengan Cameron menyatakan kelompok Negara Islam di Suriah dan Irak menjadi ancaman keamanan terbesar baginya. Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May pada Jumat menyatakan tingkat ancaman "teror" terhadap negara itu akan dinaikkan menjadi "gawat", karena kekhawatiran akan keadaan di Irak dan Suriah. "Kenaikan tingkat ancaman itu terkait dengan perkembangan di Suriah dan Irak, tempat kelompok "teroris" merencanakan serangan terhadap Barat," kata May. "Beberapa dari komplotan mereka cenderung melibatkan pejuang asing asal Inggris dan Eropa, yang berwisata ke sana, untuk ikut dalam perang tersebut," katanya. Tingkat "gawat" itu berarti serangan "sangat mungkin", meskipun May menambahkan sandi tidak menunjukkan serangan dalam waktu dekat. Cameron pada tengah Agustus menyatakan Inggris harus menggunakan semua kekuatan tentaranya untuk menghentikan gerakan kelompok Negara Islam, karena menjadi ancaman langsung bagi negara tersebut. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026