Logo Header Antaranews Sumbar

DK Kutuk Serangan Bunuh Diri Terhadap Prajurit PBB di Mali

Selasa, 19 Agustus 2014 12:12 WIB
Image Print

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Dewan Keamanan (DK) PBB pada Senin (18/8) dengan keras mengutuk serangan bunuh diri di Mali Utara, sehingga menewaskan dua prajurit pemelihara perdamaian PBB dan Burkina Faso dan melukai tujuh orang lagi. Di dalam pernyataan pers yang dikeluarkan di Markas PBB, New York, anggota DK menyeru Pemerintah Mali agar dengan cepat menyelidiki serangan tersebut dan menyeret para pelakunya ke pengadilan. Satu kendaraan meledak pada Sabtu (16/8) di dekat satu pangkalan patroli di Desa Ber di Wilayah Timbuktu di Mali Utara, kata Misi Kestabilan Terpadu Multi-Dimensi PBB di Mali (MINUSMA). Di dalam pernyataan itu, Dewan 15-anggota tersebut menyampaikan belasungkawa mereka kepada keluarga prajurit pemelihara perdamaian yang tewas dan kembali menyampaikan dukungan penuhnya bagi misi tersebut untuk membantu Mali mewujudkan kestabilan dan perdamaian yang langgeng ke negara Afrika Barat itu. "Anggota Dewan Keamanan kembali menegaskan perlunya untuk memerangi dengan segala cara, sejalan dengan Piagam PBB, ancaman terhadap keamanan dan perdamaian internasional akibat aksi teror. Dan setiap tindakan teror adalah kejahatan dan tak bisa dibenarkan, tak peduli alasannya, dilakukan di mana pun, kapan pun dan oleh siapa pun," kata pernyataan tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang. Peningkatan peristiwa, yang melibatkan peledak rakitan dan kebanyakan ditujukan kepada pasukan keamanan Mali serta internasional, telah menghambat kembalinya kondisi normal dan dilanjutkannya kegiatan pembangunan serta ekonomi. Tahap pertama proses perundingan antar-Mali diselenggarakan dari 16 sampai 24 Juli di Aljir, Ibu Kota Aljazair, untuk mencapai kesepakatan perdamaian menyeluruh. Perundingan itu berakhir dengan pengesahan peta jalan oleh semua pihak. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026