Logo Header Antaranews Sumbar

Riau Butuh 23.000 Sapi Kurban

Rabu, 13 Agustus 2014 15:40 WIB
Image Print
Sapi. (Antara)

Pekanbaru, (Antara) - Dinas Peternakan Provinsi Riau menyatakan kebutuhan sapi kurban untuk perayaan Idul Adha 2014 di Riau mencapai sekitar 23.000 ekor. "Tahun ini kebutuhan sekitar 23.000 sapi, naik dibandingkan tahun lalu yang mencapai 21.000 ekor," kata Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Riau Zailani Arifsyah, kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu. Ia mengatakan permintaan sapi kurban rata-rata naik 1.000 ekor per tahunnya. Hal ini tak lepas dari peningkatan jumlah populasi penduduk dan meningkatnya taraf hidup ekonomi sehingga makin banyak warga yang mampu berkurban. Menurut dia, kebutuhan sapi kurban belum bisa dipenuhi dari produksi petani Riau. Karena itu, ia mengatakan ada sekitar 3.000 ekor sapi yang didatangkan oleh pedagang dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha. "Sebanyak 3.000 ekor sebagian besar dari Sumatera Barat, Lampung dan Sumatera Utara," katanya. Ia mengatakan, pemerintah akan memastikan bahwa sapi yang dijual untuk kebutuhan kurban memenuhi syarat kesehatan. Pengawasan tersebut berkoordinasi dengan Badan Karantina Pertanian. Sementara itu, harga sapi kurban di Kota Pekanbaru untuk Idul Adha tahun ini naik sekitar 10-15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Kalau dibandingkan tahun lalu, kenaikan harga sapi sekitar Rp1 juta per ekor," kata Hariyanto (61), penjual sapi kurban di daerah Rumbai, Pekanbaru. Ia mengatakan, harga sapi dengan berat daging 70-80 kilogram harganya kini berkisar Rp11 juta hingga Rp13 juta. Sedangkan, untuk sapi dengan berat daging mencapai 90 kilogram ke atas harganya kini berkisar Rp14 juta hingga Rp18 juta. Menurut dia, kenaikan harga sapi kurban tidak bisa dihindari akibat kenaikan biaya transportasi dan permintaan cenderung meningkat. Selain itu, harga bakalan sapi juga mengalami kenaikan sekitar Rp1,5 juta pada tahun ini. "Modal dan biaya perawatan seperti obat meningkat," katanya. Ia mengatakan, kebutuhan sapi kurban di Pekanbaru cenderung meningkat dan belum bisa dipenuhi dari peternak lokal. Selama ini, daerah Rumbai merupakan salah satu sentra penggemukan sapi kurban jenis sapi lokal dan Bali. "Meski harga naik, permintaan sapi masih cukup tinggi. Sekarang tergantung penawaran dari penjualnya karena saya biasa memberikan layanan antar sapi gratis untuk didalam Kota Pekanbaru," katanya. Ia menyarankan agar membeli hewan kurban langsung dari petani dan peternak Riau, karena kesehatan sapi lebih terjamin. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026