
Mesir Bantah Laporan HRW Soal HAM

Kairo, (Antara) - Pemerintah Mesir membantah laporan HumanRights Watch (HRW) yang menyebut telah terjadi pembunuhan massal terhadap demontran pendukung Presiden Mohamed Moursi yang digulingkan tahun lalu. "Laporan HRW itu sangat bias dan tidak berdasarkan fakta," kata Kementerian Dalam Negeri Mesir dalam satu pernyataan, Selasa. Mesir juga membantah telah menolak permintaan kunjungan delegasi HRW ke Mesir. "Mesir memang telah menerima permohonan HRW untuk berkunjung ke Kairo pada Agustus 2014, namun Mesir meminta agar kunjungan itu ditunda hingga September," katanya. Menyinggung pencegahan dua staf HRW saat tiba di Bandara Kairo pada Ahad (10/8), Mesir menilai mereka menyalahgunakan visa. Direktur Eksekutif HRW, Kenneth Roth dan stafnya, Sarah Leah Whitson sempat ditahan ditahan selama 12 jam di Bandara Kairo sebelum mereka dideportasi ke negara asal, Amerika Serikat, pada Senin (11/8). "Kenneth Roth dan Sarah Leah Whitson datang ke Mesir dengan menggunakan visa turis, padahal mereka datang untuk penelitian, dan itu berarti menyalahgunakan izin tinggal yang bertentangan dengan hukum Mesir," katanya. Kedua petinggi HRW itu datang ke Mesir dengan tujuan mengambil bagian dalam peluncuran laporan mengenai pembunuhan massal demonstran oleh pasukan keamanan pada Agustus tahun lalu. Mesir mengatakan, organisasi non-permerintah yang berpusat di New York, AS, itu sebelumnya juga memohon untuk mengadakan kantor cabang di Mesir, namun ditolak. HRW menyoroti pembubaran paksa pasukan keamanan terhadap demonstran Ikhwanul Muslimin pendukung Moursi di Bundaran Rabiah Adawiyah dan Bundaran Al Nahdhah pada Agustus tahun lalu yang diduga menelan korban jiwa ratusan orang. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
