Logo Header Antaranews Sumbar

Harga Minyak Beragam di Asia

Senin, 21 Juli 2014 16:06 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Singapura, (Antara/AFP) - Harga minyak berubah bervariasi (mixed) di perdagangan Asia pada Senin, dengan para analis mengatakan harga didukung oleh kekhawatiran tentang eskalasi krisis Ukraina setelah jatuhnya sebuah pesawat Malaysia. Para investor juga mengamati perkembangan di Timur Tengah setelah Israel melancarkan serangan darat terhadap para gerilyawan Hamas di Gaza, memicu kekhawatiran tentang kawasan kaya minyak Timur Tengah. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun 21 sen pada 102,92 dolar AS dalam perdagangan sore, sehari sebelum kontrak berakhir. Sementara minyak mentah Brent untuk penyerahan September naik enam sen menjadi 107,30 dolar AS. Desmond Chua, analis CMC Markets di Singapura, mengatakan para investor menunggu kabar selanjutnya apakah penembakan jatuh pesawat di atas wilayah udara Ukraina pekan lalu dilakukan oleh pemberontak separatis yang didukung oleh Rusia. Dia mengatakan bukti keterlibatan oleh separatis pro-Moskow kemungkinan akan memicu sanksi AS dan Eropa terhadap Presiden pemerintah Vladimir Putin lebih kuat, mengancam memperluas krisis. Rusia adalah produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia, dan ada kekhawatiran perseteruan dengan Barat atas Ukraina dapat mempengaruhi persediaan. Ukraina juga merupakan saluran utama untuk ekspor gas Rusia ke Eropa. "Jika Rusia ditemukan telah membantu pemberontak dengan menyediakan persenjataan, situasi dapat meningkat," kata Chua. Semua 298 orang di dalam pesawat MH17 tewas setelah pesawat tersebut tampaknya meledak di langit dihantam oleh rudal yang AS katakan ditembakkan dari sistem Rusia yang diberikan kepada separatis. Ketegangan di Timur Tengah juga diperkirakan akan mempertahankan harga minyak tinggi. Pada Minggu, Presiden AS Barack Obama menyerukan gencatan senjata segera antara Israel dan Hamas setelah hari-hari berdarah pertempuran di Gaza meningkatkan jumlah warga Palestina yang dibunuh menjadi 476 orang. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026