Logo Header Antaranews Sumbar

Dino: Kini Saatnya Tingkatkan Kualitas Nasional

Kamis, 17 Juli 2014 14:54 WIB
Image Print
Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Perkembangan bangsa Indonesia sudah melebihi sekedar Pembangunan Bangsa (Nation Building) melainkan sudah setaraf lebih tinggi lagi, yaitu Peningkatan Bangsa (National Elevation) ujar Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal, di Jakarta, Kamis. "Yang bangsa kita butuhkan saat ini bukanlah semata Nation Building lagi namun Nation Elevation, untuk menjadikan abad yang paling berjaya bagi Indonesia," ujar Wakil Menteri Luar Negeri RI yang baru dilantik Senin (14/7) lalu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Dino, Pembangunan bangsa Indonesia sudah hampir seluruhnya tercapai dan kini saatnya melanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu untuk menjadikan negara yang sudah baik ini menjadi besar. "Saat ini kita harus dapat membawa negara kita yang sudah good ini menjadi great," ujar Dino ketika ditemui di kompleks Kementerian Luar Negeri di Jakarta. Dino menjelaskan bahwa untuk menjadi sebuah bangsa yang besar setidaknya tingkat kemiskinan hampir nihil, jumlah kalangan menengah setidaknya pada kisaran 70-80 persen, serta memiliki setidaknya empat juta orang enterpreneur. Indonesia diharapkan dapat menjadi negara produsen yang dapat dilakukan dalam rentang waktu satu generasi seperti yang dialami oleh Korea Selatan, Taiwan dan Singapura. Selain itu, Dino berharap agar bangsa Indonesia dapat mengembangkan tingkat internasionalisasinya, yaitu dapat melihat dunia sebagai peluang untuk menjadi sebuah lahan baik modal maupun pasar yang besar. "Jadi tidak hanya mengandalkan pasar dalam negeri saja, namun harus dapat bersaing dengan negara-negara lain di dunia, terlebih lagi di zaman dengan teknologi canggih ini," tambah Dino. Diharapkan bahwa bangsa Indonesia tidak perlu takut kepada persaingan di kancah dunia, namun sepatutnya dapat lebih memanfaatkan dan menghadapi persaingan yang semakin bebas. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026