
Mena: Abbas Bahas Usulan Gencatan Senjata dengan Pejabat Hamas

Kairo, (Antara/Reuters) - Presiden Palestina Mahmoud Abbas Rabu bertemu pejabat politik Hamas Moussa Abu Marzouk di Kairo untuk membahas prakarsa gencatan senjata Mesir yang sejauh ini gagal untuk menghentikan perang lebih dari sepekan di Gaza, kata Kantor Berita Negara Mesir MENA. Pembicaraan tersebut adalah tanda nyata pertama bahwa upaya untuk mencapai gencatan senjata antara Israel dan pejuang Palestina masih aktif meskipun runtuh sehari sebelumnya, atas usulan saling meredakan kekerasan itu. Jumlah kematian akibat serangan Israel selama sepekan di Gaza Selasa meningkat menjadi 197, dengan tiga warga Palestina tewas dalam serangan terbaru setelah tawaran gencatan senjata Mesir gagal. Korban tewas pertama Israel dalam perang juga dilaporkan, dengan seorang pria dibunuh oleh serangan roket dari Gaza dekat penyeberangan perbatasan Erez. Juru bicara layanan darurat Gaza, Ashraf al-Qudra, mengatakan dua warga Palestina tewas dalam satu mobil di Rafah selatan dan orang ketiga tewas di pusat kota Johr al-Deek. Tiga kematian baru membawa jumlah korban dalam delapan hari kekerasan di Gaza mencapai 197. Sebelumnya, seorang pria 24 tahun tewas di Zeitun, sebelah timur Kota Gaza, dan lelaki 77 tahun tewas di kota selatan Khan Yunis. Mereka adalah korban tewas pertama sejak Israel memperbaharui serangan udara setelah mengamati selama enam jam gencatan senjata yang dilecehkan Hamas. Gencatan senjata yang diusulkan Mesir mulai berlaku pada pukul 06.00 GMT (13.00 WIB), tetapi Hamas mengatakan pihaknya tidak diajak berkonsultasi mengenai gencatan senjata itu dan tidak akan menghentikan tembakan-tembakan tanpa kesepakatan penuh yang melibatkan konsesi Israel. Sebelum batas waktu 06.00 GMT, tiga orang tewas dalam dua serangan udara terpisah di Khan Yunis, dan dua pria lain di kota ini menghembuskan nyawa karena meenyerah pada lukanya yang berkelanjutan dalam penggerebekan sebelumnya, kata Qudra. Juga di selatan, seorang wanita tewas dalam serangan sebelumnya di Rafah. Senin malam, jumlah korban tewas meningkat menjadikan melampaui konflik besar sebelumnya antara Israel dan kelompok Hamas, konfrontasi delapan hari pada November 2012 yang merenggut nyawa 177 warga Palestina dan enam warga Israel. Pusat Palestina untuk Hak Asasi Manusia yang berpusat di Gaza mengatakan Minggu, ketika jumlah korban tewas Gaza mencapai lebih dari 150, bahwa tiga perempat dari korban tewas adalah warga sipil. Dan pada Senin, seorang pejabat senior PBB mengatakan lebih dari seperempat korban tewas adalah anak-anak. Hari paling berdarah sejauh ini, Sabtu, ketika 56 warga Gaza tewas. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
