Logo Header Antaranews Sumbar

Bentrokan Hizbullah-Pemerintah Suriah Tewaskan 16 Orang

Selasa, 15 Juli 2014 07:26 WIB
Image Print

Beirut, (Antara/AFP) - Sedikitnya 16 pejuang tewas dalam bentrokan antara pemberontak Suriah dan kelompok gerilyawan Syiah Hizbullah Lebanon di perbatasan Lebanon selama akhir pekan, kata satu kelompok pemantau Senin. "Tujuh anggota Hizbullah tewas dan 31 terluka" dalam bentrokan yang berkobar dari Sabtu sampai Ahad malam, kata Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. Dia mengatakan kepada AFP, bahwa para pemberontak Suriah kehilangan sembilan pejuang dan 23 dari mereka terluka dalam pertempuran yang dilancarkan di daerah tak bertanda perbatasan antara Qalamun di Suriah dan Arsal di Lebanon. Hizbullah memulai bentrokan dalam upaya membersihkan daerah pejuang pemberontak menyusul serangkaian bentrokan sehari-hari, kata Abdel Rahman. "Tetapi mereka jatuh ke dalam penyergapan oleh pemberontak ... sebelum bala bantuan Hizbullah tiba dan pertempuran berlangsung sengit," katanya, dan menambahkan bahwa kelompok Syiah menangkap 14 pemberontak. Hal itu menjadikan korban meninggal lebih tinggi dari delapan pejuang Hizbullah yang tewas, kata seorang anggota kelompok Syiah yang terluka kepada AFP dengan syarat tak disebut namanya. "Pertempuran itu sangat sengit, dan pada jarak sangat dekat." Wilayah perbatasan yang panjang dan keropos sering digunakan oleh penyelundup, pengungsi dan pejuang. Arsal dan daerah sekitarnya adalah sebagai besar berpenduduk Muslim Sunni, dan penduduk bersimpati dengan pemberontakan yang dipimpin Sunni untuk menghadapi Presiden Suriah Bashar al-Assad. Pada April, pasukan Suriah yang didukung oleh para pejuang sekutu dari Hizbullah merebut kembali dan menguasai sebagian besar wilayah Qalamun. Namun para aktivis Suriah mengatakan, ratusan pejuang oposisi telah mengungsi di gua-gua dan bukit-bukit di daerah perbatasan, yang digunakannya sebagai pangkalan belakang untuk memulai serangan di wilayah-wilayah Suriah. Bulan lalu, pasukan tentara Lebanon melancarkan serangan di wilayah militan yang ditargetkan, yang memiliki hubungan dengan "kelompok teroris", kata pernyataan tentara pada saat itu. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026