Logo Header Antaranews Sumbar

Wabup: Pemimpin Harus Dekat dengan Rakyat

Kamis, 10 Juli 2014 14:03 WIB
Image Print

Sarilamak, (Antara) - Pimpinan harus memahami dan mengerti persoalan yang terjadi di tengah masyarakatnya. Karenanya pemimpin itu harus dekat dengan masyarakat. Bila ada jarak, pelaksanaan pembangunan dikhawatirkan tidak lancar.Demikian disampaikan Wakil Bupati Limapuluh Kota Asyirwan Yunus dalam sambutannya pada acara safari Ramadhan di Masjid Istiqomah Jorong Simpang Limo Nagari Andiang Kecamatan Suliki, Rabu (9/7) malam. Pemimpin harus dekat dengan masyarakat. Sebab, kedekatan dengan masyarakat itu merupakan salahsatu faktor keberhasilan program kerja pemerintah, ujar Asyirwan.Begitu pula dengan pihak masyarakat, diharapkan dekat dengan pemimpinnya agar tahu apa saja kebijakan yang diterapkan oleh pemimpinannya. Sehingga masyarakat diharapkan mendukung setiap kegiatan pemerintah dan tidak ada pertentangan antara masyarakat dengan pemerintah.Kita tidak ingin ketika pemimpin itu salah langsung dihujat dan dicacimaki. Agama Islam tidak mengajarkan seperti itu. Bahkan dalam shalat, ketika imam salah makmum laki-laki memberitahukannya dengan cara mambaca Subhanallah atau bertepuk tangan bagi makmum perempuan, ingat mantan anggota DPRD Propinsi Sumatera Utara tersebut.Dengan kedekatan tersebut, ucapnya, masyarakat dan pemerintah diharapkan saling bahu membahu dalam setiap kegiatan pembangunan. Namun perlu diketahui, tidak ada satupun pemerintah yang mampu sekaligus memenuhi keinginan masyarakatnya.Perlu kita pahami, tidak satu pemerintahpun di negara ini yang mampu sekaligus memuaskan dan memenuhi keinginan masyarakatnya. Kelompok terkecil seperti rumah tangga sekalipun, tidak akan mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan anggota rumah tangganya, papar Asyirwan. Artinya, lanjut Asyirwan, pemerintah mempunyai keterbatasan. Kabupaten Lima Puluh Kota contohnya, dewasa ini hanya memiliki APBD sekitar Rp1 triliyun. Anggaran sebanyak tersebut hanya sekitar 35% saja untuk belanja langsung. Angka itu sangat sedikit buat pemeliharaan jalan di daerah ini yang mencapai panjang 1.276 Km. Apalagi belanja langsung yang hanya sekira Rp350 milyar itu masih terbagi buat sejumlah bidang melalui berbagai SKPD.Dengan APBD yang terbatas tersebut, tentunya tidak mungkin bagi kita memenuhi keinginan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan ataupun perbaikan jalan sekaligus. Ini harus dipahami masyarakat, tutur Asyirwan. Dalam safari Ramadhan itu Wabup juga menyerahkan bantuan dari rombongannya sebesar Rp1,5 juta bagi Masjid Istiqomah. Ikut hadir dalam acara itu Kabag Humas Muhamad S, S.Pd dan Sekretaris Dinas Kesehatan dan Camat Suliki Harman dan perwakilan SKPD lainnya.(mko)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026