
Pengamat: Demokrat Paling Tegas Terhadap Kadernya

Jakarta, (ANTARA) - Pengamat politik Mochammad Nur Hasim mengatakan Partai Demokrat merupakan partai politik yang selama ini paling tegas terhadap kader-kadernya yang terlibat kasus hukum. "Jika dibandingkan partai lain, Partai Demokrat lebih maju karena tidak hanya sekali kadernya diberhentikan atau mengundurkan diri saat menjalani proses hukum," kata Mochammad Nur Hasim di Jakarta, Minggu. Peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu mengatakan masyarakat pun sudah tahu mengenai sikap tegas Partai Demokrat terhadap kadernya yang terlibat kasus hukum. Hal itu berbeda dengan partai-partai lain yang masih "melindungi" kader-kadernya meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka bahkan sudah menjadi terdakwa di pengadilan. "Padahal kalau masyarakat mau melihat secara proporsional, kader-kader partai lain juga banyak yang korupsi. Karena partai penguasa, Demokrat lebih sering terekspos," katanya. Menurut dia, sikap tegas Partai Demokrat yang memberhentikan pengurus dan kadernya bila menjadi tersangka merupakan sebuah langkah maju dibandingkan partai lain. Dia mencontohkan Partai Golkar yang menyatakan baru akan memberhentikan pengurusnya bila sudah ada putusan final dari pengadilan. "Karena itu, saya mengapresiasi langkah Hartati Murdaya dan Andi Mallarangeng yang sudah mengundurkan diri, tidak hanya dari jabatan publik tetapi juga jabatan partai, meskipun baru dinyatakan sebagai tersangka," tuturnya. Ketua KPK Abraham Samad menyatakan telah menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi proyek pembangunan P3SON Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Terkait penetapan itu, Andi Alfian Mallarangeng menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga dan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat. Pengunduran diri itu sudah disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
