Logo Header Antaranews Sumbar

Jokowi Ingatkan Warga Waspadai Potensi Konversi Lahan

Selasa, 24 Juni 2014 15:40 WIB
Image Print
Calon presiden Joko Widodo. (Antara)

Jambi, (Antara) - Calon presiden Joko Widodo mengingatkan warga Kota Jambi untuk mewaspadai potensi konversi lahan pertanian menjadi lahan lain seperti permukiman, perkebunan, atau pertambangan. "Hati-hati, Jambi itu lumbung padi di Sumatera dan sekitarnya, saya titip agar yang punya sawah jangan dijual. Sawah jangan dialihfungsikan jadi permukiman, perkebunan atau pertambangan karena nanti anak cucu kita bisa tidak makan gara-gara ini. Hati-hati penduduk semakin banyak tapi sawah semakin sedikit," kata Jokowi di Pasar Angso Duo, Jambi, Selasa. Dalam kesempatan itu Jokowi mengkampanyekan visi misi jika dirinya terpilih menjadi presiden maka Jokowi-JK berkomitmen membangun sawah, bendungan dan irigasi untuk mencetak sawah sebanyak-banyaknya di semua provinsi. "Mau mencetak sawah sebanyak-banyaknya harus disiapkan dulu infrastrukturnya," kata Jokowi. Lebih lanjut Jokowi menyinggung pentingnya arti pasar dalam ekonomi kerakyatan yang diusungnya jika dia menjadi presiden. "Kenapa saya selalu masuk ke pasar tradisional kalau pergi ke daerah? Karena ini simbol ekonomi kerakyatan di mana semua produk pertanian dan nelayan dijual. Juga tempat pengrajin menjual produknya," kata Jokowi. Jokowi mengatakan lima tahun ke depan Jokowi-JK akan membangun ribuan pasar tradisional untuk meningkatkan daya saing pedagang tradisional di masa yang akan datang. "Jangan sampai pasar tradisional kalah dengan hipermarket dan mal," katanya. Jokowi tiba di Pasar Angso Duo sekitar pukul 13.00 WIB setelah selesai melaksanakan shalat dhuhur di Masjid Agung Jambi Al Falah. Pemilu Presiden 9 Juli 2014 mendatang diikuti dua calon pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026