Logo Header Antaranews Sumbar

KPU Pesisir Selatan Gelar Bimtek Penghitungan Suara

Sabtu, 21 Juni 2014 19:03 WIB
Image Print

Painan, Sumbar, (Antara) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menggelar bimbingan teknis penghitungan suara serta rekapitulasi hasil pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) tahun 2014,. Bimtek itu diselenggarakan bagi seluruh anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) di kabupaten setempat, kata Ketua KPU Pesisir Selatan Epaldi Bahar di Painan, Sabtu. Ia mengatakan kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti peserta sebanyak 75 orang dari 15 kecamatan yang ada. "Kegiatan ini bertujuan mempertajam pemahaman dan kemampuan PPK tentang tata cara Pemungutan dan Penghitungan Suara di tempat pemungutan suara (TPS), rekapitulasi hasil di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) maupun PPK," katanya. Selain itu, juga untuk meningkatkan kemampuan tata kelola administrasi khususnya Pilpres 2014. Bimtek ini juga sebagai ajang konsolidasi organisasi bagi KPU kabupaten setempat dengan PPK dalam menyukseskan Pilpres 9 Juli 2014. Ada dua pendekatan atau metoda yang digunakan dalam Bimtek tersebut, yakni model ceramah dan diskusi, kemudian melalui simulasi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mempermudah peserta dalam memahami materi yang disampaikan. Komisioner KPU Pesisir Selatan Riswandy meminta penyelenggara pemilu di tingkat bawah harus memahami proses maupun mekanisme pemungutan dan penghitungan suara sesuai aturan yang berlaku. KPU juga meminta seluruh penyelenggara pemilu di kabupaten itu dapat bekerja jujur dan profesional dengan tidak mempermainkan perolehan suara sehingga hasil rekapitulasi penghitungan suara dapat dipertanggungjawabkan. Terkait logistik Pilpres 2014, ia mengatakan, saat ini masih berlangsung proses pelipatan surat suara di KPU kabupaten setempat. Dalam pelipatan, pekerja juga melakukan penyortiran surat suara. "Penyortiran dilakukan untuk memisahkan surat suara rusak dengan yang baik. Bagi surat suara yang rusak akan dilaporkan ke KPU Pusat untuk dilakukan penggantian. Pelipatan akan berlangsung paling lama hingga 25 Juni 2014," katanya. Sedangkan pendistribusian logistik, sesuai rencana akan dimulai pada 30 Juni 2014. Waktu pendistribusian sengaja dipercepat supaya semua logistik di kabupaten itu tidak terlambat sampai di TPS, khususnya di daerah-daerah sulit transportasi. Daftar pemilih tetap (DPT) Pilpres tahun 2014 sebanyak 322.064 pemilih. Angka itu meningkat dari DPT Pemilu Legislatif 2014 yang berjumlah sebanyak 314.642 pemilih. Sementara TPS sebanyak 1.182 TPS di 15 kecamatan yang dimiliki. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026